Dari Bangkrut ke Puncak Eropa: Kisah Kebangkitan Bordeaux Bègles
Baca dalam 60 detik
- Klub yang sempat bangkrut pada 2004 dan bermain di divisi dua pada 2011 kini menjadi favorit juara Champions Cup 2025.
- Transformasi Bordeaux Bègles didorong oleh rencana tiga tahun presiden Laurent Marti, basis penggemar yang fanatik, serta regenerasi pemain muda berbakat.
- Keberhasilan ini menjadikan Bordeaux sebagai simbol kebangkitan rugby Prancis, dengan target ganda mempertahankan gelar Eropa dan merebut Top 14.

Pada akhir pekan yang sama di tahun 2011, Leinster mencatatkan comeback terbesar dalam final Piala Eropa, sementara Bordeaux Bègles merayakan promosi ke Top 14 setelah mengalahkan Albi. Hanya berselang 14 tahun, posisi kedua tim bertukar: Bordeaux kini diunggulkan untuk mempertahankan gelar Investec Champions Cup, sebuah pencapaian yang nyaris tak terbayangkan saat klub tersebut masih berjuang di divisi dua.
Perjalanan Bordeaux dimulai dari titik nadir. Klub yang terbentuk pada 2006 dari merger dua tim lokal—Stade Bordelais dan Club Athletique Bordeaux Bègles Gironde—ini lahir dari puing-puing kebangkrutan. Pada 2004, pendahulu mereka, CA Bordeaux Bègles Gironde, dinyatakan bangkrut setelah 90 tahun bermain di kasta tertinggi. Dua tahun kemudian, fusi dilakukan, dan lahirlah Union Stade Bordelais-Club Athletique Bordeaux-Bègles Gironde, yang kemudian disingkat menjadi Union Bordeaux Bègles (UBB) pada 2008.
Kunci kebangkitan adalah rencana tiga tahun yang digagas presiden Laurent Marti, yang masih menjabat hingga kini. Marti merekrut pemain-pemain yang disebutnya "misfits"—berbakat namun kurang tergarap. Salah satunya adalah Blair Connor, pemain sayap asal Australia yang datang pada 2010. Connor mengaku hanya bermodal googling pesisir pantai sebelum memutuskan bergabung. "Klubnya super kecil, hanya sekitar empat orang di kantor. Suasananya seperti keluarga besar," kenang Connor, yang kemudian tampil lebih dari 200 kali untuk Bordeaux.
Promosi ke Top 14 pada 2011 disambut histeris oleh para pendukung setia. Connor mengingat para penggemar lanjut usia menangis haru. Stadion yang tadinya sepi mendadak penuh. "Kami menjadi tim rakyat karena kami adalah kumpulan underdog. Anggaran kami mungkin yang terendah di liga," ujarnya. Faktor lain yang mendongkrak popularitas rugby di Bordeaux adalah kemerosotan klub sepak bola kota tersebut yang terdegradasi ke divisi empat pada 2024, menjadikan UBB sebagai primadona olahraga utama.
Setelah konsolidasi di Top 14, Bordeaux menembus Champions Cup pada 2015-2016 berkat drop-goal Pierre Bernard melawan Gloucester. Namun, bermain di dua kompetisi sekaligus sempat membuat performa liga mereka menurun—finis di peringkat 11, 10, dan 10 pada 2016-2019. Connor mengakui bahwa pembesaran anggaran dan pembelian pemain bintang justru menggerus budaya tim. "Kami seperti mundur. Saya merasa seperti dinosaurus dari era Pro D2," katanya.
"Mentally, I knew I was done and it was time to hand over the baton to the new generation." — Blair Connor, mantan pemain Bordeaux Bègles
Regenerasi pun terjadi. Pemain seperti Matthieu Jalibert—yang dulu menjadi ball boy saat klub masih di Pro D2—dan Louis Bielle-Biarrey muncul sebagai bintang baru. Bielle-Biarrey, yang kini menjadi sayap andalan timnas Prancis, mencetak rekor try dalam 10 pertandingan Six Nations beruntun. Di bawah pelatih Yannick Bru yang ditunjuk pada 2023, meski gagal merebut gelar Top 14 setelah kalah di final 2024 dan 2025 dari Toulouse, Bordeaux berhasil menjuarai Champions Cup musim lalu dengan mengalahkan Northampton Saints.
Musim ini, Bordeaux kembali tampil dominan: menyingkirkan Toulouse di perempat final dan Bath di semifinal dengan gaya menyerang cepat. Connor, yang kini memiliki bar olahraga di Bordeaux, mengakui timnya dulu bukanlah ancaman bagi Leinster. Namun kini, menurutnya, "Jika semua pemain tampil sesuai level, Bordeaux tidak terhentikan." Ia menambahkan, target utama klub sebenarnya adalah Top 14, dan jika berhasil, kota akan berpesta selama seminggu.
Dengan fondasi finansial yang stabil, basis penggemar yang fanatik, dan generasi emas pemain muda, Bordeaux Bègles tidak hanya menjadi kisah sukses kebangkitan dari kebangkrutan, tetapi juga simbol ambisi baru rugby Prancis. Pertandingan final melawan Leinster akhir pekan ini akan menjadi ujian sejauh mana transformasi ini telah membawa mereka ke puncak.


