Kekecewaan Danny Rohl: Rangers "Tidak Cukup Baik" Menjadi Juara Setelah Kekalahan di Tynecastle
Baca dalam 60 detik
- Danny Rohl mengakui Rangers tidak cukup konsisten untuk meraih gelar juara liga musim ini.
- Kekalahan 2-1 dari Hearts membuat Rangers tertinggal 7 poin dengan sisa 3 pertandingan.
- Rohl menyoroti kegagalan pemain dalam mempertahankan keunggulan babak pertama dan mengantisipasi strategi lawan.

Manajer Rangers, Danny Rohl, memberikan analisis yang jujur dan menyakitkan setelah kekalahan 2-1 dari Hearts. Hasil ini membuat Rangers tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen dengan hanya tiga pertandingan tersisa, yang secara efektif mengakhiri upaya mereka meraih gelar juara musim ini.
Faktor Kegagalan Rangers Menurut Rohl:
- Kurangnya Konsistensi: Tim gagal mempertahankan level permainan terbaik selama 95 atau 100 menit penuh.
- Performa Babak Kedua: Setelah memimpin 1-0 di babak pertama, tim kehilangan keyakinan untuk menekan dan terus mundur, memberikan momentum kepada Hearts.
- Kegagalan Eksekusi Pertahanan: Meski sudah diberi instruksi saat jeda, para pemain gagal mengantisipasi umpan-umpan panjang (channel balls) yang menjadi ciri khas permainan Hearts.
Analisis Teknis Pertandingan
Rohl menegaskan bahwa kekalahan ini bukan disebabkan oleh masalah taktik, melainkan kegagalan pemain dalam menjalankan instruksi dasar di lapangan.
| Aspek Permainan | Komentar Danny Rohl |
|---|---|
| Dominasi Awal | Menyebut babak pertama sebagai salah satu performa tandang terbaik melawan tim kuat. |
| Mentalitas | Pemain tidak cukup berani dan membiarkan lawan kembali ke dalam permainan. |
| Tanggung Jawab | Menyatakan bahwa Rangers saat ini memang tidak berada di level yang cukup untuk menjadi juara. |
"Saya ingin melihat tim yang bermain selama 95 atau 100 menit di level terbaik. Tapi di sinilah kita sekarang, dan ini sedikit memalukan. Akhirnya, ini mungkin memang tidak cukup baik untuk memenangkan gelar tahun ini," ujar Danny Rohl.
Menjelang laga derby Old Firm melawan Celtic, Rohl menuntut para pemainnya untuk merasa "marah" atas performa mereka di Tynecastle. Ia berharap skuadnya menunjukkan keberanian di tiga pertandingan sisa untuk mengakhiri musim dengan hasil yang fantastis.



