Ulasan 'Masters of Albion': Peter Molyneux Kembali Membuat Game Sungguhan, Bukan Sekadar Eksperimen Monetisasi
Baca dalam 60 detik
- Game terbaru Peter Molyneux, Masters of Albion, kembali ke format permainan tradisional dengan menggabungkan elemen simulasi dewa, manajemen kota, dan RPG aksi.
- Pemain ditugaskan untuk membangun ekonomi desa pada siang hari, dan beralih ke mode pertahanan dari serangan zombi pada malam hari dengan kemampuan mengendalikan pahlawan secara langsung.
- Meski masih berstatus Akses Awal dan menderita banyak kendala teknis serta penurunan performa, game ini dipuji karena memiliki potensi besar untuk menjadi karya terbaik Molyneux sejak waralaba Fable.

Peter Molyneux tampaknya telah kembali ke akarnya. Melalui game terbarunya, Masters of Albion (dikembangkan oleh 22cans), Molyneux menyajikan sebuah permainan sungguhan alih-alih sekadar eksperimen monetisasi. Game ini memadukan pesona visual ala buku cerita dengan humor khas Inggris dan pertempuran malam hari yang mengejutkan.
Fakta Kunci 'Masters of Albion':
- Konsep Permainan: Penggabungan unik antara game simulasi dewa (god game), manajemen kota, pertahanan menara (tower defense), dan RPG aksi orang ketiga.
- Nuansa Kontras: Visualnya sangat menggemaskan layaknya buku bergambar, namun dialognya bisa berubah menjadi sangat kasar dan penuh umpatan saat serangan zombi terjadi di malam hari.
- Status Pengembangan: Saat ini berada di tahap Early Access (Akses Awal) dengan perkiraan waktu penyelesaian sekitar 12 bulan.
Dalam game ini, pemain bertindak sebagai "tangan dewa" yang bertugas menghidupkan kembali dusun Oakbridge. Di siang hari, pemain membangun fasilitas, mengatur jalur suplai ekonomi, hingga membuat sandwich secara manual untuk mendapatkan uang. Namun, kehidupan yang damai ini berubah drastis di malam hari karena adanya kuburan di dekat desa yang memunculkan zombi.
Mekanika Pertahanan dan Eksplorasi
Salah satu aspek paling menonjol dari Masters of Albion adalah transisi mulus dari mengatur kota di angkasa menjadi mengendalikan unit di darat. Pemain dapat membangun serikat pahlawan (heroes guild) untuk melawan mayat hidup, atau bahkan merasuki (inhabit) pahlawan tersebut secara langsung.
| Elemen Gameplay | Impresi & Catatan (Versi Akses Awal) |
|---|---|
| RPG Aksi Orang Ketiga | Merasuki pahlawan memungkinkan eksplorasi peta secara manual. Fitur ini menarik dan merupakan cara efektif mencari uang, meski kontrol pergerakan masih terasa sangat kaku dan terhalang banyak tembok tak terlihat. |
| Manajemen Bangunan | Proses produksi (seperti membuat makanan) terasa terlalu lambat. Sistem pembangunan sering kali canggung, membuat pemain lebih memilih menumpuk bangunan menjadi pencakar langit agar lebih efisien. |
| Kinerja Teknis | Antarmuka pengguna (UI) masih berantakan. Game mengalami penurunan frame rate yang parah, bahkan di PC dengan spesifikasi yang disarankan, dan hanya berkisar di 22 fps pada pengaturan terendah di Steam Deck. |
"Melalui kekaburan pertengahan pengembangan, saya dapat melihat potensi yang sangat besar... Jika game ini diselesaikan, ia sedang dibentuk menjadi game Molyneux terbaik sejak era Fable," ulas Shaun Prescott untuk PC Gamer.
Meskipun penuh dengan bug dan masalah teknis khas judul Akses Awal, fondasi Masters of Albion dinilai sangat menjanjikan bagi para penggemar genre simulasi dewa maupun karya-karya klasik Molyneux di masa lalu.



