Kepergian John Cartwright dari Hull FC pada April 2026 menandai berakhirnya periode yang penuh ekspektasi namun minim hasil nyata. Cartwright didatangkan dengan janji membawa mentalitas juara dari NRL (Australia), namun adaptasi strateginya di Super League Inggris terbukti jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.
Masalah utama yang disoroti oleh analis adalah kegagalan dalam membangun identitas pertahanan yang solid. Hull FC di bawah Cartwright terlalu sering kebobolan poin mudah di menit-menit krusial. Keputusan manajemen untuk berpisah sekarang menunjukkan bahwa klub lebih memilih melakukan 'reset' total daripada membiarkan ketidakpastian terus berlarut-larut menjelang periode sibuk di pertengahan musim.
โข Krisis Pertahanan: Rata-rata poin kebobolan per pertandingan meningkat signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
โข Ketidakharmonisan Skuat: Rumor mengenai ketidaksesuaian metode latihan Cartwright dengan gaya bermain lokal Inggris.
โข Tekanan Ekspektasi: Sebagai salah satu klub dengan basis massa terbesar, manajemen tidak memiliki ruang untuk kegagalan yang berkepanjangan.
โข Pesan Utama: "Dalam Rugby League, sejarah besar tidak menjamin kemenangan jika sistem di lapangan tidak mampu beradaptasi dengan kecepatan zaman."




