Atalarik Syach Curhat Kekhawatiran Hadapi Putra Sulung yang Mulai Beranjak Remaja
Baca dalam 60 detik
- Atalarik Syach merasa khawatir dengan perubahan sikap putra sulungnya yang mulai memasuki usia remaja dan menunjukkan ego yang kuat.
- Ia menerapkan pola asuh yang menekankan pada kemandirian dan pemahaman antara kewajiban serta tanggung jawab di dalam rumah.
- Sebagai ayah, ia berharap sang anak dapat bertumbuh dengan baik tanpa harus mengulangi kesalahan masa lalu yang pernah ia lakukan sendiri.

Aktor Atalarik Syach secara terbuka mengungkapkan kecemasannya sebagai orang tua saat melihat putra sulungnya mulai memasuki fase remaja (ABG) dan menunjukkan perubahan sikap yang signifikan.
Sorotan Pola Asuh Atalarik Syach:
- Kekhawatiran Ego: Menyoroti munculnya sifat "sok tahu" dan ego pribadi pada anak yang mulai beranjak gede.
- Refleksi Masa Lalu: Berharap sang anak tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan Atalarik di masa mudanya.
- Kemandirian: Menekankan tanggung jawab pribadi pada anak, mulai dari kebersihan kamar tidur hingga kamar mandi.
Atalarik mengaku ngeri melihat kecepatan tumbuh kembang anaknya. Ia bahkan sempat berpesan agar sang putra tidak terburu-buru untuk menjadi dewasa.
"Iya, serem lho ABG-nya. Saya bilang jangan buru-buru gede. Ya wajar-wajar buat seorang ayah di seluruh dunia merasakan punya anak mau remaja," ujar Atalarik saat ditemui di kawasan Cibinong.
Prinsip Pengasuhan di Rumah
| Aspek Pengasuhan | Penerapan |
|---|---|
| Kewajiban vs Tanggung Jawab | Membiasakan anak memahami perbedaan mendasar antara tugas rutin dan tanggung jawab moral. |
| Kebebasan | Memberikan ruang gerak bagi anak namun tetap dalam pengawasan dan batasan tertentu. |
| Kemandirian Fisik | Anak diwajibkan bertanggung jawab penuh atas kerapian ruang pribadi mereka sendiri. |
Mantan suami Tsania Marwa ini mengakui bahwa mendampingi anak remaja adalah tantangan besar yang menuntut kesiapan mental orang tua untuk mulai belajar melepas ketergantungan anak secara perlahan.



