Jacques Villeneuve Kecam Keras Franco Colapinto Atas Insiden 'Berbahaya' yang Menimpa Oliver Bearman di Suzuka
Baca dalam 60 detik
- Kritik Tajam Juara Dunia: Jacques Villeneuve mengecam keras Franco Colapinto, menyalahkannya sebagai penyebab utama kecelakaan parah yang dialami Oliver Bearman di GP Jepang.
- Manuver Hindaran Berbahaya: Bearman yang sedang melaju kencang terpaksa membanting setir di Spoon Curve untuk menghindari mobil Colapinto yang melaju 50 km/jam lebih lambat untuk mengisi baterai, menyebabkan Bearman menabrak dinding ban dengan benturan 50G.
- Perdebatan Regulasi: Walau Bearman selamat dari cedera parah dan Colapinto membela diri bahwa perbedaan kecepatan ini adalah efek dari regulasi baru F1, Villeneuve bersikeras bahwa Colapinto gagal mengevaluasi bahaya di sekitarnya.

Juara Dunia Formula 1 tahun 1997, Jacques Villeneuve, melontarkan kritik sangat tajam kepada pembalap Alpine, Franco Colapinto. Ia menilai pembalap asal Argentina tersebut sebagai pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang menimpa rookie tim Haas, Oliver Bearman, dalam balapan Grand Prix Jepang.
Melansir dari laporan Motorsport Week, insiden mengerikan itu terjadi saat balapan memasuki Lap 21 di area tikungan cepat yang ikonik, Spoon Curve. Bearman yang sedang melaju dalam kecepatan penuh (racing speed) tiba-tiba berhadapan dengan mobil Colapinto yang melaju sekitar 50 km/jam lebih lambat karena sedang meregenerasi daya baterai. Demi menghindari tabrakan mematikan dari belakang, Bearman terpaksa membanting setir secara mendadak, yang membuatnya kehilangan kendali dan melintir mundur menghantam dinding ban dengan kekuatan benturan mencapai 50G.
- Lolos dari Cedera Serius: Meski mobil Haas miliknya hancur akibat hantaman 50G dan ia terlihat pincang saat keluar dari kokpit, pemeriksaan di pusat medis memastikan Bearman tidak mengalami cedera parah.
- Dampak Regulasi Baru: Perbedaan kecepatan yang ekstrem antara kedua pembalap ini menyoroti kelemahan dari regulasi mesin hybrid 50-50 yang baru, di mana pembalap harus sering melambat di lintasan demi mengisi ulang baterai mereka.
- Pembelaan Colapinto: Colapinto membantah tuduhan bahwa dirinya menjadi penyebab langsung kecelakaan tersebut dan menganggap hal itu sebagai konsekuensi adaptasi dari kecepatan berlebih (overspeed) akibat regulasi baru, meski pandangannya ini ditepis keras oleh Villeneuve.
Kecelakaan ini memicu perdebatan luas di paddock mengenai standar keselamatan dan kelemahan regulasi mesin yang dinilai membahayakan para pembalap. Bagi Villeneuve, terlepas dari tuntutan untuk meregenerasi baterai, kesadaran spasial seorang pembalap di lintasan adalah hal mutlak. Mantan juara dunia itu secara tegas menyalahkan Colapinto karena dianggap gagal menilai situasi di kaca spionnya dengan baik, sehingga memicu manuver yang membahayakan nyawa kompetitor di belakangnya.
| Fokus Insiden | Detail Keterangan |
|---|---|
| Korban Kecelakaan | Oliver Bearman (Haas) |
| Pihak yang Dikritik | Franco Colapinto (Alpine) |
| Titik Lokasi & Tingkat Benturan | Spoon Curve, GP Jepang (Sirkuit Suzuka) - Kekuatan 50G |



