Aliansi "tanpa celah" antara Trump dan Netanyahu sedang menghadapi ujian terberatnya. Laporan The Telegraph India per 20 Maret 2026 menunjukkan bahwa kepentingan nasional Israel mulai bertabrakan dengan ambisi ekonomi domestik Amerika Serikat.
Secara analitis, "pencucian tangan" Trump adalah langkah politik yang cerdas namun berisiko. Trump ingin menunjukkan kepada pemilihnya di AS bahwa ia tetap memegang kendali atas janji kampanye untuk mengakhiri perang dan menekan inflasi energi. Dengan menyalahkan Israel, Trump menghindari tanggung jawab atas lonjakan harga bahan bakar akibat hancurnya South Pars. Di sisi lain, Netanyahu sedang bermain all-in. Ia menyadari bahwa di tahun 2026, melemahkan ekonomi Iran adalah satu-satunya cara untuk menghentikan pendanaan proksi untuk selamanya, meski itu berarti mengabaikan nasihat dari Gedung Putih. Konflik terbuka antara "Sole Provider of Security" (AS) dan "Independent Actor" (Israel) ini memberikan sinyal kepada musuh-musuh regional bahwa koordinasi Barat tidak sesolid yang terlihat di permukaan.
β’ Aksi Israel: Serangan Mandiri ke Fasilitas Gas South Pars.
β’ Respon AS: Pernyataan "Distancing" Resmi dari Presiden Trump.
β’ Alasan Israel: Menghancurkan Sumber Pendapatan Utama Teheran.
β’ Alasan AS: Mencegah Krisis Energi Global & Mengamankan Jalur Perdagangan.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau sidang darurat Dewan Keamanan PBB malam ini; apakah AS akan menggunakan hak veto untuk melindungi Israel dari sanksi ekonomi akibat serangan infrastruktur sipil ini? Apakah Anda ingin saya membantu mencari **data kerugian ekonomi global akibat hancurnya South Pars**?




