Di pasar kripto, harga mengikuti likuiditas, dan saat ini likuiditas sedang mulai mengalir kembali ke Ethereum. Laporan Bitcoin Ethereum News per 18 Maret 2026 menyoroti bagaimana indikator di Binance memberikan sinyal pembalikan arah (reversal) yang signifikan.
Secara analitis, lonjakan indikator likuiditas di Binance ini menandai berakhirnya fase "Extreme Fear" yang menyelimuti Ethereum selama lima bulan terakhir. Ketika volume spot mulai merangkak naik di tengah penurunan Open Interest di pasar berjangka, itu adalah tanda klasik bahwa pasar sedang melakukan pembersihan leverage (deleveraging) dan bersiap untuk pergerakan organik. Dengan dukungan fundamental berupa kejelasan status hukum dari SEC, Ethereum kini memiliki landasan yang jauh lebih kokoh dibandingkan siklus 2021. Target harga $2.300 bukan lagi sekadar angka teknis, melainkan "pintu gerbang" menuju fase ekspansi baru. Investor kini beralih dari mode bertahan ke mode akumulasi, memanfaatkan korelasi positif antara ekuitas skala kecil (Russell 2000) dan aset digital yang mulai kembali menguat.
โข Sinyal Utama: Binance Spot-to-Futures Ratio Recovery.
โข Support Kuat: $2,100 - $2,150 (Area Akumulasi).
โข Resistance Kritis: $2,260 (Pintu Short Squeeze).
โข Katalis Eksternal: Spot ETF Inflows & Status Non-Sekuritas.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau apakah harga ETH mampu bertahan di atas level $2.150 pada penutupan harian besok. Apakah Anda ingin saya membantu mencari data aliran dana masuk (inflow) ETF Ethereum secara lebih mendalam untuk membandingkannya dengan Bitcoin?




