Nvidia Klaim Performa Path Tracing Blackwell 10.000x Lebih Baik dari Pascal
Baca dalam 60 detik
- Dalam acara GDC 2026, John Spitzer selaku Dev & Performance VP Nvidia mengumumkan bahwa performa path tracing pada GPU Blackwell saat ini 10.000 kali lebih tinggi dibandingkan seri Pascal keluaran 2016.
- Nvidia menargetkan bahwa di masa depan, performa path tracing mereka akan mengalami peningkatan hingga 1.000.000 kali lipat.
- Spitzer menegaskan bahwa "Hukum Moore telah mati", sehingga Nvidia tidak lagi murni mengandalkan inovasi perangkat keras fisik, melainkan akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menangani beban rendering grafis masa depan.
Dalam ajang Game Developers Conference (GDC) 2026, Nvidia kembali menegaskan dominasinya di ranah grafis PC. Melansir laporan dari XDA Developers, John Spitzer selaku Dev & Performance VP Nvidia memaparkan bahwa arsitektur GPU Blackwell saat ini memiliki performa path tracing 10.000 kali lebih baik dibandingkan dengan seri Pascal (GTX 10 series) yang dirilis sekitar satu dekade lalu pada tahun 2016.
Tak hanya berhenti pada pencapaian masa kini, Nvidia juga memasang target yang sangat ambisius untuk masa depan. Perusahaan teknologi raksasa tersebut memproyeksikan lonjakan performa path tracing hingga 1.000.000 kali lipat. Menariknya, lompatan performa yang ekstrem ini tidak akan sepenuhnya dicapai melalui kemampuan arsitektur perangkat keras murni, melainkan lewat integrasi masif dengan perangkat kecerdasan buatan (AI).
Berikut adalah sejumlah poin penting dari presentasi visi masa depan grafis oleh John Spitzer:
- Lompatan 10 Tahun: Performa path tracing pada GPU Blackwell saat ini telah jauh meninggalkan era Pascal, yang dulu menjadi primadona untuk memaksimalkan gim berat pada zamannya seperti GTA 5 dan Fallout 4.
- Hukum Moore Telah Mati: Spitzer secara terbuka menegaskan bahwa "Hukum Moore telah mati". Artinya, Nvidia ke depannya tidak bisa lagi hanya mengandalkan penyusutan transistor atau kemajuan hardware tradisional untuk terus meningkatkan performa GPU.
- Era Baru Berbasis AI: Untuk bisa mencapai target 1.000.000x di masa depan, Nvidia akan mengubah strategi mereka dengan melimpahkan sebagian besar beban pemrosesan dan rendering grafis (termasuk ray/path tracing) kepada alat bantu berbasis kecerdasan buatan.
Pernyataan ini kembali memanaskan diskursus di komunitas gamers dan antusias PC. Sebagian pihak mendukung integrasi AI seperti teknologi upscaling karena dianggap mampu mendemokratisasi gaming kualitas tinggi, sementara kelompok lain tetap skeptis dan menginginkan ray tracing murni (native) yang sesungguhnya tanpa campur tangan manipulasi algoritma AI.
"Mengklaim bahwa 'Hukum Moore telah mati,' Spitzer mengatakan Nvidia tidak akan lagi mengandalkan kemajuan perangkat keras semata untuk memeras lebih banyak tenaga dari GPU-nya; sebaliknya, Nvidia akan membebankan hal tersebut pada alat AI."



