Ronda Rousey Ngamuk! Sebut Kartu Pertandingan UFC "Sampah" dan Puji Francis Ngannou yang Membelot ke Event MVP-Netflix!
Baca dalam 60 detik
- Kritik Pedas Terhadap UFC: Ronda Rousey tidak menahan diri dalam melontarkan kritik tajam kepada UFC terkait kualitas kartu pertandingan terbaru mereka. Laporan dari MiddleEasy pada 10 Maret 2026 mengungkapkan bahwa Rousey menyebut susunan petarung dalam event UFC "White House" sangat membosankan dan tidak memiliki daya tarik bintang. Sebagai mantan wajah organisasi tersebut, pernyataan Rousey ini mengguncang komunitas MMA karena ia secara terbuka menyerang kebijakan manajemen UFC yang dianggapnya mulai kehilangan sentuhan dalam menyajikan hiburan berkualitas bagi para penggemar.
- Pujian untuk Francis Ngannou: Berbanding terbalik dengan kecamannya terhadap UFC, Rousey justru memberikan apresiasi setinggi langit kepada Francis Ngannou. Rousey memuji keberanian Ngannou yang memilih jalannya sendiri dengan bertarung di event kolaborasi MVP (Most Valuable Promotions) dan Netflix. Di tahun 2026, pergeseran minat petarung bintang dari organisasi tradisional seperti UFC menuju platform streaming raksasa menjadi tren besar, dan Rousey melihat langkah Ngannou sebagai kemenangan bagi hak-hak petarung untuk mendapatkan bayaran dan apresiasi yang lebih layak.
- Sentimen Perubahan di Dunia MMA: Pernyataan Ronda Rousey ini mencerminkan polarisasi yang terjadi di dunia MMA pada Maret 2026. Di satu sisi, UFC masih mencoba mempertahankan dominasi klasiknya, namun di sisi lain, event-event baru yang didukung platform digital seperti Netflix mulai mencuri perhatian global dengan nilai produksi yang lebih tinggi. Kritik Rousey dipandang sebagai sinyal bahwa bahkan para legenda pun mulai meragukan masa depan model bisnis UFC jika tidak segera melakukan perombakan besar dalam menghargai talenta dan menyusun kartu pertandingan yang kompetitif.

Legenda UFC, Ronda Rousey, baru saja memicu perdebatan sengit di jagat media sosial setelah meluncurkan kritik terbuka terhadap kualitas matchmaking UFC saat ini. Melansir laporan MiddleEasy, Rousey menyatakan ketidakpuasannya terhadap kartu pertandingan UFC "White House" yang dianggapnya tidak memenuhi standar hiburan papan atas. Sebaliknya, ia memberikan dukungan penuh kepada Francis Ngannou yang sukses menjalin kerja sama dengan platform Netflix. Di tahun 2026, komentar ini menjadi sangat relevan karena pasar olahraga bela diri sedang mengalami disrupsi besar oleh masuknya raksasa teknologi dalam menyelenggarakan pay-per-view mandiri yang lebih menguntungkan bagi para atlet.
Dukungan Rousey terhadap Ngannou bukan sekadar urusan teknis di dalam oktagon, melainkan sebuah pernyataan politik tentang kemandirian petarung. Di bulan Maret 2026 ini, banyak pihak melihat UFC mulai terancam oleh kompetisi dari promotor baru yang berani memberikan jaminan finansial lebih besar. Rousey, yang pernah menjadi anak emas Dana White, kini tampaknya lebih memilih berdiri di sisi para petarung yang berani "membelot" demi kebebasan karier. Perselisihan verbal ini diprediksi akan semakin memanaskan hubungan antara para veteran MMA dengan manajemen pusat UFC di sisa tahun ini.
Poin Utama Kritik Rousey:
Kritik dari Ronda Rousey ini menjadi pengingat bagi UFC bahwa kejayaan masa lalu tidak menjamin kesetiaan di masa depan. Kami akan terus memantau respons dari pihak UFC dan bagaimana performa rating event Netflix-MVP mendatang. Tetaplah bersama kami untuk update berita olahraga bela diri paling panas dan mendalam.
Terima kasih atas perhatian Anda. Sampai jumpa di update berita MMA selanjutnya!



