LyndHubβ’Redaksi LyndNewsβ’
Waspada Post-Truth Politics: AHY Ingatkan Kader Demokrat Soal "Kekejaman" Era Digital
Baca dalam 60 detik
- JAKARTA β Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan peringatan keras kepada para kader mengenai dinamika politik modern yang semakin kompleks.
- Dalam sebuah pertemuan resmi di Jakarta, AHY menekankan bahwa fenomena post-truth politics dan politik identitas bukan sekadar narasi, melainkan ancaman nyata yang mampu merusakβ¦
- AHY menyoroti bagaimana "tsunami informasi" di era digital telah menciptakan ruang bagi penyebaran misinformasi dan berita palsu secara masif.
#politik#post-truth#politics#kader#demokrat#partai
JAKARTA β Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan peringatan keras kepada para kader mengenai dinamika politik modern yang semakin kompleks. Dalam sebuah pertemuan resmi di Jakarta, AHY menekankan bahwa fenomena post-truth politics dan politik identitas bukan sekadar narasi, melainkan ancaman nyata yang mampu merusak tatanan demokrasi dan persatuan bangsa dalam waktu singkat.
AHY menyoroti bagaimana "tsunami informasi" di era digital telah menciptakan ruang bagi penyebaran misinformasi dan berita palsu secara masif. Menurutnya, post-truth politics atau politik yang mengesampingkan fakta demi emosi dan keyakinan pribadi, sering kali digunakan sebagai alat untuk pembunuhan karakter. Ia memperingatkan bahwa reputasi yang telah dibangun puluhan tahun bisa hancur seketika akibat fitnah dan hoaks yang terorganisir di ruang publik.
Selain isu disinformasi, AHY menegaskan posisi Partai Demokrat yang menolak keras eksploitasi politik identitas. Mengingat Indonesia adalah negara super majemuk dengan keberagaman suku dan agama yang sangat luas, ia menilai penggunaan identitas sebagai senjata politik sangat berbahaya karena dapat memicu kerentanan sosial. Sebagai solusi, ia mengajak para politisi muda dan kader partai untuk kembali menguatkan jati diri nasionalis-religius yang inklusif guna menjaga stabilitas nasional di tengah persaingan politik yang semakin tajam.
Share:
Lanjutkan membaca
Related by topic
Sumber dari : LyndHub



