Koh Poh Koon Mundur dari Jabatan Politik: Keluarga Jadi Prioritas Utama
Baca dalam 60 detik
- Dr. Koh Poh Koon mengundurkan diri sebagai Senior Minister of State for Manpower and Health per 1 Juni, dengan alasan kebutuhan keluarga yang tidak sejalan dengan tuntutan jabatan politik.
- Sejumlah menteri, termasuk PM Lawrence Wong, memberikan penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya, terutama dalam perlindungan pekerja platform dan pengembangan tenaga kerja senior.
- Dr. Koh akan tetap menjabat sebagai anggota parlemen untuk Tampines GRC, dan ada harapan ia kembali mengabdi sebagai dokter di layanan kesehatan publik.

Singapura, 22 Mei 2025 – Keputusan mengejutkan datang dari Senior Minister of State for Manpower and Health, Dr. Koh Poh Koon, yang resmi mengundurkan diri dari jabatan politiknya. Pengunduran diri ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni mendatang, dengan alasan utama kebutuhan keluarga yang mendesak. Meski mundur dari posisi eksekutif, Dr. Koh tetap akan menjalankan perannya sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Tampines GRC.
Perdana Menteri Lawrence Wong menjadi salah satu tokoh pertama yang memberikan penghormatan. Dalam unggahan Facebook, Wong menyoroti pendekatan Dr. Koh yang cermat dan penuh dedikasi dalam menangani berbagai isu. “Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia benar-benar peduli untuk meningkatkan kualitas hidup warga Singapura,” tulis Wong. Ia menambahkan bahwa pengabdian Dr. Koh telah memberikan dampak nyata bagi banyak orang.
Menteri Tenaga Kerja Tan See Leng menguraikan lebih rinci kontribusi Dr. Koh selama menjabat. Sejak ditunjuk sebagai Senior Minister of State di Kementerian Tenaga Kerja pada 2021, Dr. Koh dikenal sebagai advokat kuat bagi pekerja platform dan pekerja senior. Ia berperan penting dalam perundingan dengan serikat pekerja dan perusahaan platform untuk memperkuat perlindungan bagi pengemudi pengiriman dan pengemudi kendaraan pribadi. “Langkah-langkah ini memberikan jaminan jangka panjang bagi pekerja platform,” ujar Tan. Selain itu, Dr. Koh juga terlibat dalam Kelompok Kerja Tripartit tentang Ketenagakerjaan Senior dan Aliansi Aksi untuk Pemberdayaan Karir Multi-Tahap bagi Pekerja Matang, yang bertujuan meningkatkan kesempatan kerja bagi lansia dan mendorong tempat kerja yang inklusif usia.
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengaku sedih dengan keputusan Dr. Koh. Dalam unggahan Facebook, Ong menyatakan bahwa ia akan merindukan rekan dekatnya itu, terutama pandangan jujurnya di Kementerian Kesehatan. “Sebagai seorang dokter, anggota parlemen yang rajin, dan pribadi yang membumi, ia selalu memberikan perspektif berharga tentang isu-isu kesehatan,” kata Ong. Ia juga berharap Dr. Koh dapat kembali mengabdi sebagai dokter di layanan kesehatan publik, meski ia menekankan tidak ingin memberikan tekanan.
Rekan lainnya, Menteri Negara Tenaga Kerja Dinesh Vasu Dash, mengenang Dr. Koh sebagai pribadi yang murah hati, menyenangkan, dan selalu mengutamakan kepentingan orang lain. Sementara itu, anggota parlemen Tampines GRC Masagos Zulkifli menegaskan bahwa timnya menghormati keputusan Dr. Koh dan ia tetap berkomitmen melayani warga Tampines sebagai anggota parlemen.
Kepergian Dr. Koh dari jabatan politik meninggalkan celah di dua kementerian strategis. Namun, dengan komitmennya yang terus berlanjut di parlemen dan kemungkinan kembalinya ke dunia medis, publik masih dapat mengharapkan kontribusinya bagi masyarakat Singapura. Langkah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara tugas publik dan tanggung jawab pribadi.



