An-Nadzir Gowa Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 26 Mei 2026, Berbeda dengan Keputusan Pemerintah
Baca dalam 60 detik
- Jamaah An-Nadzir di Gowa memutuskan Idul Adha 1447 H jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, berdasarkan pemantauan dan perhitungan astronomi internal.
- Keputusan ini berbeda dengan sidang isbat Kemenag yang menetapkan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026, karena perbedaan metode penentuan awal Zulhijah.
- Perbedaan penetapan hari raya kembali menyoroti keragaman metode hisab dan rukyat di Indonesia, yang kerap menghasilkan tanggal berbeda antara ormas dan pemerintah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4364551/original/045728400_1679282127-IMG_20230320_110553.jpg)
Jamaah An-Nadzir yang bermarkas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, secara resmi mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan dirayakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah tim pemantau bulan internal melakukan serangkaian observasi dan perhitungan astronomi yang kemudian dimusyawarahkan bersama pimpinan jamaah.
Pimpinan An-Nadzir Gowa, M. Samiruddin Pademmui, menyatakan bahwa seluruh jamaah akan melaksanakan salat Idul Adha pada pukul 07.00 WITA di tempat ibadah masing-masing. Penetapan ini menegaskan konsistensi An-Nadzir dalam menggunakan metode hisab dan rukyat yang merujuk pada dalil naqli, yaitu Al-Qur'an dan hadis, serta ajaran guru besar mereka, KH Syamsuri Abdul Madjid.
Data Kunci:
- Idul Adha 1447 H versi An-Nadzir: Selasa, 26 Mei 2026.
- Idul Adha 1447 H versi pemerintah: Rabu, 27 Mei 2026 (berdasarkan sidang isbat Kemenag pada 17 Mei 2026).
- Perbedaan terjadi karena An-Nadzir menetapkan 1 Zulhijah pada Ahad, 17 Mei 2026, sementara pemerintah menetapkan 1 Zulhijah pada Senin, 18 Mei 2026.
Perbedaan penetapan ini bukanlah hal baru dalam khazanah keislaman Indonesia. An-Nadzir menggunakan perhitungan bahwa pergantian bulan dari Zulqaidah ke Zulhijah secara astronomis terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 04.03 WITA (03.03 WIB). Dengan demikian, mereka menganggap 1 Zulhijah sudah dimulai sejak hari itu, sehingga 10 Zulhijah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Zulhijah pada Senin, 18 Mei 2026, yang membuat Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Fenomena perbedaan ini menyoroti pentingnya toleransi dan saling menghormati antarumat Islam dalam menjalankan ibadah. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan hari raya. Ke depannya, harmonisasi metode hisab dan rukyat di tingkat nasional masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus didiskusikan.



