Tiga Juara Dunia Kena Penalti Grid di GP Brasil: Hamilton, Leclerc, Verstappen Start dari Belakang
Baca dalam 60 detik
- Ferrari mengganti mesin kedua pembalapnya sehingga Hamilton dan Leclerc harus menerima penalti turun 10 posisi di Interlagos.
- Verstappen mengalami masalah teknis pada Jumat dan terpaksa mengganti seluruh unit tenaga, membuatnya start dari posisi paling belakang.
- Penalti ini membuka peluang comeback dramatis di Sao Paulo, terlebih jika hujan turun seperti prakiraan cuaca.

Grand Prix Brasil di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo, dipastikan menyajikan drama start dari posisi belakang. Lewis Hamilton (Ferrari), Charles Leclerc (Ferrari), dan Max Verstappen (Red Bull) kompak menerima penalti grid akibat pergantian komponen mesin, Sabtu (8/11/2025).
Ferrari memutuskan mengganti mesin pembakaran internal (ICE) pada kedua mobil SF-26 setelah sesi latihan bebas Jumat yang mengecewakan. Konsekuensinya, Hamilton dan Leclerc masing-masing harus turun 10 posisi dari hasil kualifikasi. Sementara Verstappen mengalami nasib lebih buruk: pergantian unit tenaga lengkap memaksanya memulai balapan dari barisan paling belakang.
Keputusan Red Bull berubah cepat. Sebelumnya, tim asal Milton Keynes itu menyatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk mengganti power unit di Brasil. Namun, setelah Verstappen mengeluhkan sejumlah masalah kecil dan terpaksa mengakhiri FP2 lebih awal, evaluasi pun berbalik. Jumat malam, Red Bull melanggar jam malam (curfew) untuk bekerja di mobil, dan pada Sabtu pagi penggantian mesin resmi diumumkan.
Bagi Verstappen, balapan di Sao Paulo bukanlah medan asing untuk comeback. Musim lalu, ia mampu finis podium setelah start dari pit lane. Pada 2024, ia menang dari posisi ke-17 dan praktis mengakhiri ambisi gelar Lando Norris. Momen legendaris juga terjadi pada 2016 ketika ia melesat di trek basah, meski saat itu keputusan ban Red Bull sempat menjadi sorotan.
Hamilton pun memiliki rekam jejak impresif di Brasil. Pada 2021, ia dua kali harus berjuang dari belakang: naik dari posisi 20 ke peringkat lima di sprint race, lalu memenangi balapan utama meski harus start dari posisi ke-10. Kini, bersama Ferrari, tantangannya berbeda. Leclerc menyebut Jumat sebagai salah satu hari tersulit sepanjang tahun, dan kepala tim Frederic Vasseur mengakui masih banyak pekerjaan rumah.
"Kami tahu masih banyak yang harus dibenahi soal keseimbangan mobil. Keseimbangan tidak bagus. Permukaan lintasan sangat berbeda dari pekan lalu. Pembalap tidak puas. Charles tidak turun di FP1, dan kami punya beberapa masalah hari ini. Prakiraan cuaca Sabtu dan Minggu juga tidak menentu, jadi kami harus siap untuk segala kondisi. Tapi saya tidak kurang optimistis dibanding pekan lalu," ujar Vasseur.
Faktor cuaca bisa menjadi penawar racun. Hujan masih diperkirakan turun pada balapan Minggu, kondisi yang kerap membantu pembalap melakukan manuver menyalip di Interlagos. Namun, dengan tiga pembalap papan atas harus memulai dari belakang, strategi ban dan timing safety car akan menjadi penentu.
Di sisi lain, Sergio Perez juga harus menerima penalti setelah mengganti ICE, turbocharger, dan MGU-K. Artinya, setidaknya empat mobil akan memulai balapan dari area belakang, menambah kompleksitas pertarungan di lintasan sempit Interlagos.
Pertanyaannya, mampukah Hamilton, Leclerc, dan Verstappen mengulang sejarah comeback di Brasil, atau justru penalti ini menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka di sisa musim? Jawabannya akan terlihat dalam 71 putaran di Sao Paulo.



