Shayne Pattynama Terpinggirkan di Persija: Misteri Absennya Bek Timnas di Era Shin Tae-yong
Baca dalam 60 detik
- Shayne Pattynama belum sekalipun tampil untuk Persija di BRI Super League 2026/2027, bahkan tak pernah masuk daftar susunan pemain dalam delapan laga.
- Keputusan Shin Tae-yong memprioritaskan Pratama Arhan dan Dony Tri Pamungkas di sektor kiri pertahanan memunculkan tanda tanya mengingat rekam jejak Shayne di level internasional.
- Persija akan menjamu Persebaya di JIS pada laga pekan kesembilan, menjadi ujian apakah Shayne akhirnya diberi kesempatan atau penantiannya berlanjut.

Shayne Pattynama masih belum merasakan atmosfer pertandingan resmi bersama Persija Jakarta pada musim ini. Sejak Shin Tae-yong mengambil alih kemudi Macan Kemayoran, bek kiri Timnas Indonesia itu sama sekali tidak mendapatkan menit bermain di BRI Super League 2026/2027. Bahkan, dalam delapan pertandingan liga, namanya tak pernah muncul di daftar susunan pemain (DSP). Situasi ini kontras dengan peran pentingnya di level nasional, dan memicu pertanyaan tentang arah kebijakan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Padahal, Shayne bergabung dengan Persija pada putaran kedua musim lalu dan sempat mencatat sepuluh penampilan di bawah asuhan Mauricio Souza. Namun, kedatangan Shin Tae-yong membawa perubahan besar. Pelatih yang membawa Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 itu lebih memilih Pratama Arhan dan Dony Tri Pamungkas untuk mengisi pos bek kiri. Arhan selalu menjadi pilihan utama, sementara Dony kerap masuk sebagai pengganti.
Dalam laga I.League Cup 2026/2027 melawan PSMS Medan, Selasa (3/11/2026), Shayne akhirnya masuk DSP. Harapan untuk debut pun muncul. Namun, Shin Tae-yong tetap menurunkan Arhan sejak awal dan memainkannya penuh 90 menit, sedangkan Dony masuk pada menit ke-67. Shayne hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari bangku cadangan. Setelah pertandingan, ia terlihat berlatih sendiri di lapangan, memicu spekulasi tentang kondisi dan masa depannya di klub.
Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak memainkan Shayne menuai sorotan karena pemain berusia 28 tahun itu bukan tanpa pengalaman. Ia pernah berkarier di Belanda, Norwegia, dan Belgia sebelum melanjutkan di Thailand dan Indonesia. Di level internasional, Shayne dipercaya menjadi eksekutor penalti dalam final ASEAN Cup 2026, yang menunjukkan kualitas mental dan tekniknya. Kontras antara perannya di Timnas dan situasinya di klub inilah yang membuat publik sepak bola Indonesia mempertanyakan alasan di balik kebijakan rotasi Shin Tae-yong.
"Shayne bukan pemain sembarangan. Dia sudah membuktikan kemampuan di level internasional. Minimnya kesempatan di klub tentu menjadi tanda tanya besar," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, seperti dikutip dari diskusi media sosial.
Persaingan di sektor bek kiri memang ketat. Pratama Arhan dan Dony Tri Pamungkas adalah dua nama yang lebih dulu mendapatkan kepercayaan Shin Tae-yong. Arhan dikenal memiliki lemparan ke dalam yang khas dan agresivitas dalam bertahan, sementara Dony menawarkan energi dan kecepatan. Namun, kualitas Shayne yang mumpuni membuat banyak pihak menduga ada faktor non-teknis, seperti strategi jangka panjang atau kondisi kebugaran, yang belum terungkap ke publik. Bola.com telah mencoba menghubungi pihak Shayne, tetapi belum ada respons.
Dari sudut pandang manajemen tim, keputusan Shin Tae-yong bisa jadi bagian dari upaya membangun kedalaman skuad. Dengan jadwal padat di liga dan kompetisi cup, rotasi pemain menjadi keniscayaan. Namun, mengabaikan pemain sekaliber Shayne secara total dalam delapan laga liga tentu menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas manajemen skuad. Jika terus dibiarkan, situasi ini berpotensi menurunkan nilai pasar pemain dan memengaruhi kepercayaan diri Shayne, yang juga berdampak pada performa Timnas Indonesia di ajang mendatang.
Persija sendiri akan menghadapi ujian berat dengan menjamu Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium pada Sabtu malam ini. Laga klasik ini selalu menyedot perhatian, dan menjadi kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk menunjukkan apakah Shayne Pattynama akan akhirnya diberi kesempatan atau justru semakin terpinggirkan. Publik menanti apakah keputusan pelatih akan berubah, ataukah penantian Shayne akan terus berlanjut sepanjang musim.



