Galaxy S26 Ultra Punya Charging 60W, tapi Samsung Tak Lagi Sertakan Adaptor di Kotak
Baca dalam 60 detik
- Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi ponsel Galaxy pertama yang mendukung pengisian kabel 60 watt, peningkatan dari batas 45 watt selama beberapa generasi.
- Karena adaptor tidak lagi disertakan dalam kotak penjualan, pengguna mesti membeli charger terpisah agar bisa memanfaatkan kecepatan penuh Super Fast Charging 3.0.
- Pengisian nirkabel S26 Ultra naik ke 25 watt, tetapi tetap memerlukan pad Qi2 dan casing magnetik yang dijual terpisah.

Samsung Galaxy S26 Ultra akhirnya memecah kebuntuan pengisian daya yang lama membelenggu lini flagship Galaxy: untuk pertama kalinya, ponsel ini mendukung pengisian kabel hingga 60 watt, naik dari plafon 45 watt yang bertahan sejak beberapa generasi. Namun, peningkatan itu datang dengan catatan penting—adaptor tidak lagi disertakan dalam kotak penjualan, sehingga kecepatan tersebut tidak otomatis dinikmati pembeli.
Keputusan menghilangkan charger dari paket penjualan bukan hal baru. Samsung mengikuti jejak Apple sejak beberapa tahun lalu, dan praktik ini kini menjadi norma di industri ponsel premium. Alasannya berlapis: mengurangi limbah elektronik, memangkas biaya, dan mengasumsikan konsumen sudah memiliki adaptor dari perangkat sebelumnya. Masalahnya, asumsi itu tidak selalu berlaku untuk charger berdaya tinggi. Sebagian besar pengguna kemungkinan hanya menyimpan adaptor lama berdaya 25 watt—atau bahkan adaptor bawaan Galaxy S20 Ultra pada 2020—yang jauh di bawah kapasitas S26 Ultra.
Dampaknya terasa pada pengalaman harian. Samsung menyebut teknologi Super Fast Charging 3.0 mampu mengisi S26 Ultra dari kondisi kosong hingga sekitar 75 persen dalam waktu setengah jam. Angka itu cukup untuk menambah daya sebelum pulang kerja, tetapi hanya bisa dicapai jika pengguna memakai charger yang mendukung protokol tersebut. Tanpa adaptor yang tepat, fitur unggulan itu hanya menjadi spesifikasi di atas kertas.
Di sisi lain, Samsung tidak sepenuhnya salah. Charger pihak ketiga telah berkembang pesat dan harganya relatif terjangkau. Adaptor berbasis gallium nitride (GaN) menawarkan efisiensi lebih tinggi dalam ukuran mungil, dan model 60 watt bisa diperoleh dengan harga sekitar US$40. Bahkan charger 100 watt atau lebih kini tersedia luas. Artinya, pengguna S26 Ultra punya jalan keluar yang tidak terlalu mahal—asalkan mereka menyadari perlunya membeli adaptor baru.
Untuk pengisian nirkabel, peningkatan juga hadir, tetapi dengan rantai aksesori yang lebih rumit. S26 Ultra mendukung pengisian nirkabel 25 watt, sedangkan S26+ mencapai 20 watt. Karena Samsung kembali tidak menyematkan magnet Qi2 di dalam bodi ponsel, pengguna memerlukan pad pengisian magnetik 25 watt dan casing khusus yang kompatibel. Pemilihan casing pun tidak boleh sembarangan: semakin tebal casing, semakin besar kehilangan efisiensi; material logam juga dapat mengganggu proses pengisian. Ulasan pengguna dan profesional menjadi rujukan penting sebelum membeli.
"Peningkatan kecepatan pengisian hanya berarti jika pengguna memiliki adaptor yang sesuai. Tanpa itu, fitur tersebut tidak lebih dari angka spesifikasi," demikian inti peringatan yang muncul di kalangan pengamat teknologi.
Bagi pasar Indonesia, implikasi praktisnya cukup nyata. Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi masuk ke Tanah Air dengan banderol premium, dan konsumen di sini terbiasa menerima paket penjualan yang lengkap. Kebijakan tanpa adaptor bisa memicu keluhan, terutama karena charger 60 watt tidak selalu tersedia di toko ritel lokal. Di sisi lain, ini membuka peluang bagi produsen aksesori lokal dan distributor resmi untuk menawarkan bundel charger cepat—sebuah ceruk pasar yang mungkin tumbuh seiring penetrasi ponsel flagship.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah Samsung akan mengembalikan adaptor ke dalam kotak, melainkan seberapa cepat ekosistem aksesori—termasuk di Indonesia—siap mendukung standar pengisian baru. Jika produsen dan pengecer bergerak cepat, transisi ke 60 watt bisa berjalan mulus. Jika tidak, pembeli S26 Ultra berisiko membayar mahal untuk kecepatan yang tidak pernah mereka rasakan.



