Leclerc Sebut Ferrari SF-26 Terburuk Musim Ini: Lambat di Lurus, Rapuh di Tikungan
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc menilai performa Ferrari SF-26 pada latihan bebas GP Brasil sebagai yang terburuk sepanjang musim, dengan mobil kehilangan waktu di lintasan lurus sekaligus kesulitan di tikungan.
- Fred Vasseur mengakui ada masalah keseimbangan dan deployment, tetapi tetap optimistis peluang Ferrari di sisa akhir pekan belum tertutup.
- Persaingan di papan atas semakin ketat; Ferrari perlu melakukan perubahan signifikan pada setelan mobil jika ingin tetap kompetitif di Interlagos.

Charles Leclerc tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Brasil di Sirkuit Interlagos, Jumat (7/11/2025). Pembalap Monako itu menyebut Ferrari SF-26 sebagai mobil yang lambat di lintasan lurus dan memberikan sensasi buruk di tikungan—kombinasi yang ia nilai sebagai salah satu pengalaman Jumat terburuk musim ini.
Pada sesi tersebut, Leclerc menempati posisi ketujuh, terpaut 0,72 detik dari pembalap tercepat Kimi Antonelli (Mercedes). Rekan setimnya, Lewis Hamilton, berada satu peringkat di atasnya dengan selisih 0,45 detik. Hasil ini tergolong tidak biasa mengingat Ferrari biasanya tampil kompetitif pada hari Jumat.
“Ini Jumat yang sangat sulit,” ujar Leclerc. “Sensasi di dalam mobil sangat buruk, jadi kami harus bekerja lebih keras—mungkin lebih dari akhir pekan lainnya—untuk mengubah mobil secara signifikan dari hari ini ke besok. Banyak perubahan yang harus dilakukan.”
Leclerc mengungkapkan bahwa kehilangan waktu tidak hanya terjadi di lintasan lurus, tetapi juga di tikungan. “Kami memang kehilangan waktu di lurus, tetapi di tikungan mobil terasa seperti salah satu sensasi Jumat terburuk musim ini. Jadi ada banyak yang harus diperbaiki di tikungan, lebih dari sekadar di lurus,” jelasnya.
Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui adanya “beberapa masalah” dan “banyak pekerjaan” yang harus diselesaikan. “Banyak yang harus dilakukan pada keseimbangan mobil. Para pembalap tidak puas. Charles tidak menjalani FP1 pagi ini. Kami punya beberapa masalah hari ini dan banyak pekerjaan untuk mempersiapkan besok,” kata Vasseur.
Vasseur juga menanggapi keluhan Leclerc soal potensi masalah mesin. “Beberapa kali kami mengalami masalah deployment dalam putaran. Kami harus menyempurnakan semuanya. Pada putaran tercepatnya, ia kehilangan beberapa persepuluh detik di lintasan lurus,” jelasnya. Meski demikian, Vasseur menegaskan situasi ini bukan drama besar dan tim tetap fokus pada perbaikan keseimbangan mobil.
“Keseimbangan mobil tidak bagus. Permukaan lintasan berlawanan dengan minggu lalu. Ini menciptakan banyak pekerjaan dan perbedaan dibandingkan minggu lalu.” — Fred Vasseur, Kepala Tim Ferrari
Selain masalah teknis, Ferrari juga dihadapkan pada dinamika internal antara Leclerc dan Hamilton. Insiden kontak pada lap pertama GP Meksiko lalu sempat memicu ketegangan, tetapi pertemuan pada Kamis malam disebut telah meredakan situasi. Leclerc enggan berkomentar panjang, hanya menyatakan bahwa diskusi sudah dilakukan dan masalahnya telah selesai.
“Ini minggu yang cukup gila bagi saya, tetapi positif karena saya menjadi ayah untuk pertama kalinya, jadi kami tidak punya banyak waktu untuk berdiskusi. Diskusi selalu menyisakan frustrasi, dan itu memang diperlukan. Sekarang saya rasa sudah selesai dan kita tidak perlu membicarakannya terlalu banyak ke depan,” ujarnya.
Dengan sisa sesi latihan bebas ketiga dan kualifikasi pada Sabtu, Ferrari memiliki waktu terbatas untuk membalikkan keadaan. Perubahan besar pada setelan mobil menjadi taruhan, terutama dengan kondisi cuaca yang diperkirakan tidak menentu. Jika tidak segera menemukan solusi, bukan tidak mungkin Ferrari harus puas bersaing di luar posisi terdepan—sebuah kemunduran bagi tim yang tengah berjuang mengamankan posisi di klasemen konstruktor.
Pertanyaannya, mampukah Leclerc dan tim teknisi Ferrari menemukan racikan yang tepat sebelum kualifikasi, ataukah GP Brasil akan menjadi akhir pekan yang panjang bagi tim asal Maranello?



