Fragmentary Order: Nikita Buyanov Bawa Formula Tarkov ke Luar Angkasa 2251
Baca dalam 60 detik
- Nikita Buyanov, arsitek di balik Escape from Tarkov, resmi memperkenalkan Fragmentary Order lewat cuplikan gameplay 14 menit.
- Game ini menempatkan pemain sebagai kendali jarak jauh atas clone bernama RepEnts di medan perang antarplanet pada tahun 2251.
- Uji alfa tertutup direncanakan akhir tahun ini melalui program berbayar Prime Batch, meski tanggal rilis penuh belum dipastikan.

Nikita Buyanov, sosok yang bertanggung jawab atas kerasnya dunia Escape from Tarkov, akhirnya membuka tirai proyek barunya. Bertajuk Fragmentary Order, game ini bukan sekadar pengulangan formula ekstraksi yang sudah melekat pada namanya, melainkan lompatan besar ke latar fiksi ilmiah yang jauh dari bumi. Cuplikan perdana berdurasi 14 menit memperlihatkan bagaimana tim pengembang membangun ulang sensasi tegang Tarkov di medan tempur antarplanet tahun 2251.
Dalam semesta Fragmentary Order, peperangan telah berubah menjadi komoditas yang bisa disubkontrakkan. Pemain tidak mengendalikan tentara biasa, melainkan clone yang dioperasikan dari jarak jauh—disebut RepEnts—yang dikerahkan ke zona konflik luas untuk menjalankan misi berisiko tinggi. Kehilangan satu unit bukan berarti akhir segalanya; kematian di sini diperlakukan layaknya pos pengeluaran dalam neraca perusahaan. Namun, bukan berarti pemain bisa bermain sembarangan, karena setiap clone yang hancur tetap menyisakan konsekuensi taktis dan ekonomi.
Dari sisi mekanik, Fragmentary Order menjanjikan lingkungan berskala besar dengan kondisi cuaca yang dinamis, kendaraan, drone, serta sistem teknologi canggih. Pemain dapat bergabung dalam regu berisi hingga empat orang, dan koordinasi yang matang menjadi kunci untuk bertahan hidup di tengah ancaman yang datang dari berbagai arah. Elemen looting, manajemen inventaris, kustomisasi senjata, dan baku tembak yang ditampilkan dalam cuplikan sekilas mengingatkan pada pengalaman Tarkov, tetapi dengan nuansa futuristik yang kental.
Buyanov tidak menyembunyikan ambisinya. Dalam pernyataan resmi, ia menegaskan bahwa Fragmentary Order bukanlah permainan yang selesai dalam satu sesi, melainkan sebuah dunia yang akan ditinggali pemain selama bertahun-tahun. Ia berharap proyek ini tetap relevan satu dekade ke depan, sebagaimana Tarkov telah membuktikan daya tahannya di komunitas penembak taktis hardcore. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa model live-service dan pengembangan berkelanjutan akan menjadi tulang punggung game ini.
"Kami tidak sedang membangun pertandingan yang Anda mainkan. Kami sedang membangun dunia yang Anda tinggali, untuk bertahun-tahun," ujar Buyanov dalam pengumuman resmi.
Selain memperlihatkan gameplay, Buyanov mengumumkan Prime Batch, sebuah program pengujian tertutup berbayar yang memberi kesempatan bagi pemain setia untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan. Gelombang pertama uji alfa direncanakan berlangsung akhir tahun ini dengan skema nondisclosure agreement, yang berarti peserta tidak diperkenankan membocorkan detail apa pun ke publik. Hingga kini, belum ada tanggal pasti untuk peluncuran penuh Fragmentary Order.
Bagi industri game Tanah Air, langkah Buyanov ini mempertegas tren yang sedang naik: penembak taktis berevolusi menjadi platform jangka panjang dengan model bisnis berlapis. Pengembang lokal yang selama ini bergantung pada siklus rilis singkat bisa membaca sinyal ini sebagai dorongan untuk merancang ekosistem permainan yang mampu bertahan lebih lama, bukan sekadar mengejar peluncuran. Di sisi lain, komunitas esports Indonesia yang tengah mencari genre baru di luar MOBA dan battle royale mungkin akan menemukan daya tarik pada format ekstraksi yang lebih kompleks, meski tantangan perangkat keras dan koneksi tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Dengan belum adanya tanggal rilis, Fragmentary Order masih berada di tahap awal perjalanan panjang. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Buyanov mereplikasi ketegangan Tarkov di medan antariksa, atau justru terjebak dalam skala ambisi yang melampaui kapasitas tim? Jawabannya akan mulai terlihat ketika gelombang alfa tertutup bergulir akhir tahun nanti.



