Guntur Cahyo Utomo Buka Suara soal Peran Baru di PSIM Usai Risto Vidakovic Datang
Baca dalam 60 detik
- Guntur Cahyo Utomo memastikan tetap berada di tim kepelatihan PSIM Yogyakarta meski Risto Vidakovic kini menjabat pelatih kepala.
- Kemenangan perdana atas Borneo FC menjadi modal berharga yang ia wariskan kepada pelatih asal Serbia tersebut.
- Sinergi antar-staf dan kesediaan melepas ego disebut Guntur sebagai kunci untuk membangun fondasi tim yang lebih kompetitif.

Asisten pelatih PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi di dalam struktur tim kepelatihan Laskar Mataram menyusul penunjukan Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala baru. Pria yang sempat menjalankan tugas sebagai caretaker dalam tiga laga terakhir tersebut menilai transisi kepemimpinan ini sebagai peluang untuk memperkuat fondasi tim, bukan ajang perebutan posisi.
Kepastian itu disampaikan Guntur di tengah dinamika internal klub yang sempat memanas. PSIM baru saja mengakhiri paceklik kemenangan yang panjang, dan kedatangan pelatih berpengalaman asal Serbia itu diharapkan mampu mengangkat performa tim yang saat ini masih tertahan di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.
Menurut Guntur, ia dan Risto telah melakukan komunikasi intensif sebelum pelatih anyar itu resmi memimpin sesi latihan. Diskusi berlangsung dalam beberapa sesi pertemuan, termasuk pembicaraan pada siang dan malam hari, guna membahas kondisi tim secara menyeluruh. "Saya memberikan warisan yang menyenangkan buat beliau, jadi saya meringankan kerja dia sedikit lebih gampang," ujar Guntur sambil tertawa, seperti dikutip dari Bola.com.
Warisan yang dimaksud tak lain adalah kemenangan perdana PSIM di kompetisi musim ini. Laskar Mataram sukses menekuk Borneo FC dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 1 November 2026. Hasil itu memutus rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan yang sempat menempatkan tim dalam tekanan psikologis berat.
Guntur mengakui bahwa tekanan eksternal dan internal dalam dua pekan terakhir sangat besar. Ia memahami gejolak emosi para suporter serta warga Yogyakarta yang haus akan prestasi. "Saya hanya mencoba menstabilkan tim saat kondisi sedang bergoyang. Saya mencari solusi atas ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan, dan sekali lagi bukan saya aktornya, aktornya adalah para pemain," jelasnya.
Mantan Direktur Akademi PSS Sleman itu menekankan bahwa tekad dan komitmen para pemain menjadi faktor utama di balik hasil positif tersebut. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi sebelumnya dan memilih fokus pada momentum yang ada. "Yang jelas sekarang adalah momentum buat kami bekerja lebih keras lagi, karena ternyata kami mampu," tambahnya.
Soal posisinya di tim, Guntur menegaskan tidak mempermasalahkan siapa yang akan memimpin di depan lapangan. Baginya, kerja sama tim jauh lebih penting daripada status individu. "Baik pelatih kepala, asisten, pemain, staf administrasi, staf logistik, kami ingin bekerja bersama. Jadi apakah saya akan di depan atau tidak, saya pikir bukan isu yang penting lagi," tegasnya.
"Dengan kapasitas dan pengalaman beliau di Asia Tenggara, saran-saran yang dia berikan juga sangat penting buat saya. Saya harap ke depannya kami jauh lebih kuat lagi." โ Guntur Cahyo Utomo
Kedatangan Risto Vidakovic membawa angin segar bagi PSIM. Pelatih berkebangsaan Serbia itu dikenal memiliki jam terbang di kawasan Asia Tenggara, sehingga diharapkan mampu membaca karakter permainan lawan dengan cepat. Guntur sendiri menyambut baik masukan dari sang pelatih kepala dan berharap sinergi yang terbangun dapat mendongkrak performa tim di sisa musim.
Bagi PSIM, stabilitas di jajaran kepelatihan menjadi krusial mengingat posisi tim di klasemen masih belum aman. Dengan lima poin dari sejumlah laga yang telah dilalui, Laskar Mataram butuh konsistensi untuk menjauh dari zona merah. Kehadiran Guntur sebagai jembatan antara pelatih baru dan pemain menjadi aset tersendiri, terutama dalam menjaga harmoni ruang ganti.
Ke depan, tantangan terbesar adalah mempertahankan tren positif dan membangun identitas permainan yang sesuai dengan karakter Risto. Publik Yogyakarta tentu berharap kolaborasi antara Guntur dan Risto mampu menghasilkan chemistry yang solid, sehingga PSIM dapat bangkit dan bersaing di papan tengah. Apakah duet ini akan menjadi kombinasi yang tepat, atau justru memunculkan dinamika baru di internal tim? Waktu yang akan membuktikan.



