Keira Knightley Akhirnya Wujudkan Mimpi Jadi 'Bos Mafia' di Serial Black Doves
Baca dalam 60 detik
- Keira Knightley mengaku peran Helen Webb di Black Doves adalah cara terdekatnya merasakan menjadi bos mafia seperti dalam film The Godfather.
- Musim kedua serial ini menaikkan taruhan: suami Helen kini menjabat Perdana Menteri, sementara aktivitas spionase dan pengkhianatannya makin berisiko.
- Dengan kembalinya para pemain utama dan tambahan wajah baru, Black Doves season 2 menjanjikan intrik Downing Street yang lebih mematikan.

Keira Knightley mengungkapkan bahwa perannya sebagai agen rahasia Helen Webb dalam serial Netflix Black Doves memberinya kesempatan langka: merasakan menjadi bos mafia. Aktris berusia 41 tahun itu menyebut karakter tersebut sebagai manifestasi obsesinya pada film The Godfather semasa remaja.
Dalam wawancara dengan Metro, Knightley menjelaskan bahwa Helen adalah tipe karakter yang ia impikan sejak muda. “Ini mungkin yang terdekat dengan bos mafia yang pernah saya dapatkan,” ujarnya. Ia mengaku terobsesi dengan The Godfather dan melihat Helen sebagai “momen Godfather” versi dirinya.
Musim kedua Black Doves kini tayang di Netflix, menghadirkan kembali Knightley bersama Ben Whishaw yang berperan sebagai Sam Young, sahabat sekaligus assassin. Andrew Buchan juga kembali sebagai Wallace, suami Helen, yang naik jabatan menjadi Perdana Menteri. Promosi Wallace tersebut menambah lapisan konflik karena Helen harus menjalankan misi spionase di lingkaran kekuasaan tertinggi.
Joe Barton, pencipta dan penulis serial, mengatakan bahwa musim kedua meningkatkan intensitas cerita. “Risikonya lebih besar, informasi yang dicuri lebih besar, dan pengkhianatan terhadap negaranya juga lebih besar,” tuturnya kepada Tudum Netflix. Ia menambahkan bahwa Downing Street tidak akan pernah sama lagi.
“Saya tidak bisa lebih bersemangat lagi untuk menyelami kembali dunia keluarga spionase kecil kami yang mematikan. Banyak anggota cast luar biasa kami yang kembali, dan menambahkan beberapa aktor favorit saya adalah kegembiraan tersendiri.” — Joe Barton
Knightley juga menyoroti sisi psikologis Helen yang membuatnya betah memerankan tokoh itu. “Saya suka betapa kuatnya dia. Saya suka ambiguitas moralnya, dan dia sangat tangguh. Dia menyenangkan. Saya suka menghidupinya. Dia membuat saya merasa sangat berkuasa, dan itu menyenangkan. Tidak sering saya merasa seberkuasa itu,” katanya.
Bagi penonton Indonesia, Black Doves menawarkan tontonan thriller mata-mata yang membumi: bukan sekadar aksi tembak-tembakan, tetapi juga dilema moral seorang ibu dan istri yang harus berbohong di tengah kekuasaan. Serial ini juga memperlihatkan bagaimana platform streaming global seperti Netflix terus memproduksi drama bernuansa politik Inggris yang diminati pasar internasional, termasuk Indonesia.
Dengan kombinasi bintang papan atas, plot berlapis, dan dukungan rumah produksi besar, musim kedua Black Doves berpotensi memperkuat posisi Netflix di genre thriller spionase. Pertanyaannya, sejauh mana Helen bisa menjaga rahasianya ketika suaminya memegang tampuk pemerintahan? Jawabannya hanya bisa disaksikan di Netflix.



