Christina Haack: Menutup Utang Kuliah Berkat Jackpot Las Vegas, Kini Rayakan dengan Merek Champagne Sendiri
Baca dalam 60 detik
- Christina Haack mengaku kemenangan di mesin slot Las Vegas saat usia 21 menjadi jalan keluar dari beban utang pendidikan.
- Dua dekade berselang, ia kembali ke kota yang sama untuk merayakan capaian finansial itu sambil mempromosikan label minuman anggur bersoda miliknya.
- Kisah ini menyoroti sisi lain industri hiburan AS: keberuntungan finansial personal yang jarang terekspos, di tengah perceraiannya yang berjalan alot.

Christina Haack mengungkap bahwa utang kuliahnya lunas bukan karena karier televisi, melainkan karena keberuntungan di meja judi. Perempuan 43 tahun itu menceritakan pengalaman saat berusia 21 tahun, ketika kemenangan di mesin slot Las Vegas menjadi penyelamat finansialnya. Pengakuan ini disampaikan melalui unggahan Instagram pada akhir pekan lalu, memperlihatkan momen ketika ia kembali ke kota tersebut bersama kekasihnya, Chris Larocca.
Dalam keterangan foto, bintang HGTV itu menyebut dirinya mengalami full circle—istilah untuk menggambarkan kembali ke titik awal setelah perjalanan panjang. Ia mengaku menang besar di permainan bertajuk Top Dollar dan langsung mengalokasikan hadiahnya untuk melunasi pinjaman pendidikan. “Ibu saya selalu bilang tidak ada yang benar-benar menang di Las Vegas. Ternyata ibu tidak selalu benar,” tulisnya, seperti dikutip dari unggahan tersebut.
Momen tersebut dirayakan dengan segelas champagne dari merek miliknya, Clé Cachet, yang ia pegang di depan mesin slot. Kehadiran Larocca—CEO Network Connex—menambah nuansa romantis pada unggahan itu. Pasangan ini merayakan dua tahun pacaran pada September lalu, setelah sebelumnya sempat diterpa spekulasi tentang arah hubungan mereka.
Kisah Haack bukan sekadar nostalgia. Di industri hiburan Amerika, narasi tentang artis yang bangkit dari kesulitan finansial kerap menjadi daya tarik tersendiri. Namun, pengakuan bahwa judi menjadi solusi justru memantik diskusi tentang literasi keuangan di kalangan selebritas. Sejumlah pengamat menilai bahwa keberuntungan semacam itu tidak bisa dijadikan pola, terlebih bagi generasi muda yang menonton konten media sosialnya.
Sementara itu, kehidupan asmara Haack tetap menjadi sorotan. Sahabatnya, Heather Rae El Moussa, sebelumnya mengatakan kepada E! News bahwa Haack “tidak ingin terburu-buru” dalam hubungan barunya. Meski begitu, Heather mengaku senang melihat kedekatan mereka. “Mereka sangat cocok. Ini pria pertama yang benar-benar saya sukai dari hubungan Christina,” ujarnya.
Di sisi lain, proses perceraian Haack dengan Josh Hall menyisakan cerita pahit. Dalam wawancara di program Jeff Lewis Live pada Juni 2025, ia mengaku harus menjalani mediasi selama 12 jam sebelum mencapai kesepakatan. “Saya menandatangani sesuatu. Hasilnya tidak bagus, tapi setidaknya sudah selesai,” tuturnya. Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa di balik gemerlap industri hiburan, tekanan finansial dan emosional tetap membayangi.
Bagi publik Indonesia, kisah Haack mungkin terasa jauh dari keseharian. Namun, fenomena selebritas yang mengandalkan keberuntungan untuk menutup utang pendidikan juga terjadi di dalam negeri, meski dalam skala berbeda. Literasi keuangan dan pengelolaan utang tetap menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama di tengah meningkatnya biaya pendidikan. Alih-alih mengandalkan jackpot, perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci.
Ke depan, akankah Haack kembali ke Las Vegas untuk mencoba peruntungan lain, ataukah ia akan fokus mengembangkan bisnis champagne-nya? Yang jelas, cerita 22 tahun silam itu kini menjadi bagian dari narasi hidupnya—sebuah pengingat bahwa keberuntungan kadang datang tak terduga, tetapi tidak selalu bisa diulang.



