Trio Bundesliga Kuasai Papan Skor Liga Champions: Kane, Demirović, dan Guirassy
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane, Ermedin Demirović, dan Serhou Guirassy memimpin daftar top skor Liga Champions dengan koleksi empat gol setelah empat matchday.
- Ketiganya menunjukkan efisiensi luar biasa: Demirović mencetak gol setiap 42 menit, Guirassy setiap 52 menit, dan Kane setiap 90 menit.
- Dominasi ini menegaskan kekuatan lini serang Bundesliga di kompetisi Eropa, dengan Kane juga mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Liga Champions.

Setelah empat pertandingan Liga Champions musim ini, tiga penyerang dari Bundesliga—Harry Kane (Bayern Munich), Ermedin Demirović (VfB Stuttgart), dan Serhou Guirassy (Borussia Dortmund)—menghuni puncak daftar top skor dengan masing-masing empat gol. Ketiganya berbagi posisi teratas dengan Erling Haaland dan Donyell Malen (keduanya mantan pemain Dortmund) serta lima pemain lain yang rata-rata mencetak satu gol per pertandingan di kompetisi elit Eropa tersebut.
Kane, yang baru saja meraih Ballon d'Or 2025, kembali menunjukkan konsistensinya. Meski gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi, ia tetap menjadi ancaman utama. Empat golnya musim ini berasal dari delapan tembakan tepat sasaran, dan sejak bergabung dengan Bayern pada 2023, ia telah mengoleksi 37 gol dalam 42 penampilan Liga Champions—rata-rata 0,88 gol per laga. Catatan itu menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di kompetisi ini dengan total 58 gol, melampaui Wayne Rooney, Michael Owen, dan Alan Shearer. Kontribusinya musim ini juga mencakup tiga assist, menjadikannya terlibat dalam tujuh gol—jumlah yang hanya disamai Malen dan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.
Di Stuttgart, Demirović menjelma menjadi mesin gol yang lebih efisien. Dengan empat gol dalam empat pertandingan, ia mencetak gol setiap 42 menit—terbaik di antara ketiga pemain Bundesliga tersebut. Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol di Liga Champions, tetapi musim ini ia telah melampaui rekor pribadinya, termasuk hat-trick pertamanya di Eropa dalam waktu 12 menit melawan Viking pada matchday pertama. Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneß, berharap ketajaman Demirović berlanjut, terutama setelah ia gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir. Menariknya, mantan penyerang Bayern, Nils Petersen, menilai Demirović tampil lebih baik saat merasa kesal. “Saya rasa begitu. Ada beberapa hal yang menumpuk dalam diri saya, tapi sekarang saya senang di sini,” ujar Demirović.
Sementara itu, Guirassy menjadi andalan Dortmund di Liga Champions. Empat golnya—dua brace melawan Villarreal dan Sabah—berasal dari enam tembakan tepat sasaran, menunjukkan ketajaman luar biasa. Kiper Dortmund, Gregor Kobel, memujinya sebagai “mesin” yang tak perlu diragukan lagi. Guirassy kini hanya terpaut dua gol dari posisi 50 besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions. Meski demikian, ia menilai timnya masih perlu meningkatkan efisiensi. “Saya pikir kami butuh terlalu banyak peluang. Kami bisa mencetak lebih banyak gol,” katanya setelah laga melawan Sabah.
Dominasi trio Bundesliga ini bukan tanpa alasan. Kane, Demirović, dan Guirassy adalah representasi dari kualitas lini depan klub-klub Jerman yang semakin tajam di kompetisi Eropa. Kane, dengan pengalaman dan ketenangannya, tetap menjadi sosok sentral bagi Bayern. Demirović dan Guirassy, yang lebih muda, menunjukkan bahwa Bundesliga mampu melahirkan penyerang-penyerang haus gol yang siap bersaing di level tertinggi. Kehadiran mereka di puncak daftar top skor juga menjadi sinyal bahwa Bundesliga bukan hanya tentang Bayern, tetapi juga tentang kekuatan kolektif klub-klub yang semakin kompetitif di Eropa.
Bagi Bayern, upaya memperpanjang kontrak Kane menjadi prioritas. Penyerang berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa negosiasi berjalan lancar dan tinggal menyelesaikan detail kecil. “Hal-hal besar sudah disepakati dan kami senang dengan itu, tetapi dalam setiap kontrak ada banyak hal kecil yang harus diselesaikan pengacara. Jadi, secara keseluruhan, ini lebih cepat dari yang diperkirakan,” ujarnya. Sementara itu, Demirović dan Guirassy akan menjadi tumpuan klub masing-masing untuk melanjutkan performa impresif di Liga Champions. Dengan kompetisi yang masih panjang, persaingan menuju gelar top skor akan semakin sengit, dan trio Bundesliga ini siap membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan.



