Stuttgart Hadapi Galatasaray: Mantan Bintang Bundesliga Siap Membuktikan Diri di Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- VfB Stuttgart akan melawat ke markas Galatasaray pada matchday keempat Liga Champions dengan modal tak terkalahkan dalam tiga laga awal.
- Galatasaray diperkuat sejumlah pemain yang pernah malang melintang di Bundesliga, termasuk Victor Osimhen, İlkay Gündoğan, dan Leroy Sané.
- Laga ini menjadi ujian bagi Stuttgart untuk mempertahankan momentum di kompetisi Eropa, sementara Galatasaray berambisi bangkit setelah start buruk.

VfB Stuttgart akan berusaha melanjutkan tren positif mereka di Liga Champions saat bertandang ke markas Galatasaray pada matchday keempat, Selasa (waktu setempat). Tim asuhan Sebastian Hoeneß itu belum terkalahkan dalam tiga pertandingan pembuka fase liga, dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang melawan Atlético Madrid. Sementara Galatasaray, juara bertahan Liga Turki, baru saja meraih kemenangan perdana di fase liga setelah mengalahkan Lille 4-2 pada matchday ketiga.
Menariknya, laga ini akan terasa seperti reuni bagi sejumlah pemain Galatasaray yang pernah berkiprah di Bundesliga. Nama-nama seperti Victor Osimhen, İlkay Gündoğan, dan Leroy Sané menjadi sorotan utama. Osimhen, yang kini menjadi mesin gol Galatasaray dengan 68 gol dalam 83 penampilan sejak 2024, memulai karier profesionalnya di VfL Wolfsburg pada 2017. Meski gagal mencetak gol dalam 16 pertandingan bersama Die Wölfe, ia mengaku periode itu sangat berharga. “Wolfsburg adalah waktu yang mendidik bagi saya. Saya belajar dari kemunduran dan itu membentuk saya seperti sekarang,” ujarnya pada 2023.
Berbeda dengan Osimhen, İlkay Gündoğan justru menuai sukses besar di Jerman. Gelandang kelahiran Gelsenkirchen ini merupakan lulusan akademi Bochum yang kemudian bersinar bersama Borussia Dortmund selama lima tahun, termasuk meraih gelar Bundesliga 2011/12 di bawah asuhan Jürgen Klopp dan mencetak gol di final Liga Champions setahun kemudian. Setelah menorehkan banyak trofi bersama Manchester City, ia memilih pindah ke Istanbul, tanah kelahiran orang tuanya, dan sempat menjadi kapten timnas Jerman sebelum pensiun internasional pada 2024. Leroy Sané juga memiliki dua periode mengesankan di Bundesliga, bersama Schalke dan Bayern Munich, dengan total empat gelar liga dan 80 caps untuk Die Mannschaft.
Selain trio tersebut, masih ada beberapa pemain Galatasaray lain yang akrab dengan sepak bola Jerman. Rolland Sallai, yang menghabiskan enam tahun di Freiburg (2018–2024) dengan 120 penampilan, kini menjadi pilar di sisi kanan pertahanan. Di sisi kiri, Ismail Jakobs yang merupakan produk akademi Köln dan tampil di semua 12 laga Galatasaray musim ini. Ada pula El Chadaille Bitshiabu yang baru dipinjam dari RB Leipzig pada musim panas dengan opsi pembelian, meski belum diberi kesempatan bermain. Sementara itu, Kaan Ayhan (eks Schalke, Eintracht Frankfurt, Fortuna Düsseldorf) tidak masuk dalam skuad Liga Champions, begitu pula Armando Güner dan Eyüp Aydin. Kiper cadangan Günay Güvenç, mantan penjaga gawang Stuttgart Kickers, mungkin akan masuk daftar cadangan.
Dari kacamata taktik, kehadiran para alumni Bundesliga di kubu Galatasaray tentu menjadi ancaman tersendiri bagi Stuttgart. Mereka tidak hanya memahami karakter permainan sepak bola Jerman, tetapi juga memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan diri di hadapan publik Turki. Di sisi lain, Stuttgart yang sedang dalam performa apik tentu tidak ingin kehilangan poin demi menjaga peluang lolos ke babak gugur. Laga ini akan menjadi ujian mental dan strategi bagi kedua tim.
“Wolfsburg adalah waktu yang mendidik bagi saya. Saya belajar dari kemunduran dan itu membentuk saya seperti sekarang.” — Victor Osimhen, tentang masa mudanya di Jerman.
Bagi pembaca di Indonesia, duel ini bisa menjadi tontonan menarik untuk melihat bagaimana pemain-pemain yang pernah berjaya di Jerman beradaptasi dengan gaya sepak bola Turki yang agresif. Selain itu, performa Osimhen dan Sané di Liga Champions bisa menjadi indikator kualitas pemain yang nantinya akan berlaga di Piala Dunia Antarklub atau turnamen internasional lainnya. Tidak heran jika laga ini dinanti banyak penggemar sepak bola tanah air.
Dengan komposisi pemain yang sarat pengalaman, Galatasaray berpotensi menyulitkan Stuttgart. Namun, Stuttgart yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi tentu tidak akan menyerah begitu saja. Pertanyaannya, mampukah Stuttgart mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka, atau justru Galatasaray yang akan berpesta di hadapan pendukung sendiri? Jawabannya akan terlihat di lapangan.



