Rapor Pemain Indonesia di Eropa: Audero dan Hubner Bersinar, Diks Masih Menepi
Baca dalam 60 detik
- Emil Audero mencatat clean sheet saat Rayo Vallecano menang 3-0 atas Celta Vigo, sementara Justin Hubner tampil impresif di lini belakang Fortuna Sittard.
- Kevin Diks kembali absen membela Borussia Monchengladbach akibat kurangnya porsi latihan, sementara Nathan Tjoe-A-On terlibat blunder dalam kekalahan telak Willem II.
- Performa naik-turun para pemain abroad menjadi sinyal penting bagi pelatih Timnas Indonesia dalam menyusun skuad menjelang agenda internasional mendatang.

Emil Audero dan Justin Hubner menjadi sorotan dalam rapor pemain Indonesia di Eropa akhir pekan lalu, sementara Kevin Diks masih belum merumput karena masalah kebugaran. Audero tampil solid di bawah mistar Rayo Vallecano saat menghadapi Celta Vigo, sedangkan Hubner menunjukkan kualitas bertahan bersama Fortuna Sittard.
Audero berperan besar dalam kemenangan 3-0 Rayo Vallecano atas Celta Vigo pada lanjutan pekan ke-11 La Liga Spanyol, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Kiper berdarah Indonesia itu mencatat clean sheet dan mendapat rating 7,0. Sepanjang laga, ia melakukan tujuh kali recoveries dan dua sapuan dari total 51 sentuhan bola. Kemenangan Rayo juga ditopang brace Jorge de Frutos dan gol Unai Lopez.
Di Eredivisie, Justin Hubner kembali tampil penuh saat Fortuna Sittard menahan imbang tuan rumah Feyenoord 1-1. Bek tengah itu mendapat rating 7,2 setelah membukukan 13 aksi bertahan, satu tekel, sembilan sapuan, dan tiga intersepsi. Gol Luciano Valente di menit ke-59 sempat membawa Feyenoord unggul, namun Shiloh Zand menyamakan kedudukan empat menit sebelum waktu normal berakhir.
Di Jerman, Kevin Diks kembali harus menonton Borussia Monchengladbach bermain imbang 0-0 melawan Paderborn pada pekan ke-8 Bundesliga. Ini menjadi laga ketiga Diks absen setelah sebelumnya juga tak tersedia saat melawan Stuttgart dan Karlsruher. Pihak klub menyebut kondisi Diks mengalami trainingsrückstand, istilah yang merujuk pada ketertinggalan dalam hal kebugaran dan porsi latihan dibandingkan rekan setimnya.
Absennya Diks tentu menjadi perhatian, mengingat ia adalah salah satu pilar di lini belakang Timnas Indonesia. Tanpa mengecilkan faktor kebugaran, situasi ini bisa memengaruhi kesiapan sang pemain jika dipanggil ke skuad Garuda dalam waktu dekat.
Nasib berbeda dialami Nathan Tjoe-A-On. Bersama Willem II, ia harus merasakan kekalahan telak 0-7 dari PSV Eindhoven di Stadion Phillips. Nathan mendapat rating rendah 3,9 dan terlibat blunder yang berujung gol lawan. Meski demikian, ia masih mencatatkan 61 sentuhan bola, akurasi umpan 50 persen, satu shots on target, dan tujuh aksi bertahan.
Adapun Dean James tampil sebagai starter untuk Go Ahead Eagles saat menghadapi Cambuur. Ia hanya bermain 45 menit di babak pertama sebelum digantikan Tomas Galvez. Go Ahead Eagles menyerah 0-4 dan tertahan di peringkat sembilan klasemen sementara Eredivisie dengan 14 poin.
Beberapa pemain lain hanya menghiasi bangku cadangan. Elkan Baggott tidak dimainkan saat Millwall menang 4-1 atas Derby County di Championship. Mees Hilgers juga tak beranjak dari cadangan ketika Heerenveen bermain imbang 1-1 dengan NEC Nijmegen. Begitu pula Maarten Paes yang tetap menjadi penghangat bangku cadangan Ajax saat timnya menang tipis 1-0 atas AZ Alkmaar lewat gol Tolu Arokodare. Sementara Adrian Wibowo masuk sebagai pengganti di menit ke-68 saat Wacker Innsbruck kalah 1-2 dari Austria Wien II di kasta kedua Liga Austria.
Rapor ini menunjukkan bahwa kualitas individu pemain Indonesia di Eropa masih sangat bergantung pada kondisi kebugaran dan kepercayaan pelatih klub masing-masing.
Bagi Timnas Indonesia, dinamika performa para pemain abroad menjadi bahan evaluasi penting. Audero dan Hubner yang sedang on fire bisa menjadi opsi utama, tetapi absennya Diks dan blunder Nathan Tjoe-A-On menjadi peringatan bahwa konsistensi belum merata. Pelatih perlu memantau perkembangan fisik dan mental para pemain menjelang jendela internasional berikutnya.
Pertanyaannya, mampukah para pemain ini menjaga performa dan merebut tempat utama di klub masing-masing? Sebab, menit bermain yang minim di level klub bisa berdampak langsung pada kualitas timnas di lapangan.



