Kim Kardashian Sembunyikan Diagnosis Esofagitis, Ini Alasan Emosional di Baliknya
Baca dalam 60 detik
- Kim Kardashian mengidap esofagitis dan memilih merahasiakannya dari publik karena trauma kehilangan sang ayah akibat kanker esofagus pada 2003.
- Dalam reality show The Kardashians, ia mengaku telah berkonsultasi ke beberapa dokter dan berharap kondisinya bisa diatasi hanya dengan obat-obatan.
- Preview episode mendatang mengisyaratkan Kim可能需要 menjalani operasi, menambah kekhawatiran penggemar tentang kesehatannya.

Kim Kardashian mengungkapkan bahwa diagnosis esofagitis yang baru ia terima tidak langsung ia bagikan ke publik. Perempuan 46 tahun itu menyimpan sendiri kondisi kesehatannya karena bayang-bayang kematian ayahnya, Robert Kardashian Sr., pada 2003 silam masih membekas. Robert meninggal hanya dua bulan setelah didiagnosis kanker esofagus, dan bagi Kim, penyakit yang menyerang saluran cerna itu terlalu dekat dengan luka lama.
Dalam episode terbaru The Kardashians, Kim menuturkan bahwa ia sempat merasa tubuhnya tidak fit. Setelah menjalani pemeriksaan dengan sejumlah dokter, ia divonis mengalami esofagitis—peradangan pada lapisan kerongkongan. "Ini cukup membebani pikiran saya akhir-akhir ini," ujarnya seperti dikutip dari acara tersebut. Ia menambahkan tidak banyak orang yang ia beri tahu karena isu ini sangat personal, terutama karena ayahnya wafat akibat kanker esofagus.
Keputusan Kim untuk bungkam bukan tanpa alasan. Pengalaman kehilangan sang ayah yang begitu cepat membuatnya enggan membicarakan penyakit yang berhubungan dengan kerongkongan. Ia bahkan berharap kondisinya cukup ditangani dengan obat-obatan agar segera membaik. Namun, cuplikan episode berikutnya memperlihatkan bahwa Kim mungkin perlu menjalani operasi—sebuah prospek yang tentu menambah beban psikologis.
Di sisi lain, Kim juga membuka kenangan tentang percakapan terakhirnya dengan sang ayah. Dalam biografi Citizen Kim karya Jonathan Van Meter, ia mengenang pesan Robert yang memprediksi masa depannya. "Ayah bilang, 'Aku tahu kamu akan baik-baik saja—aku bisa melihatnya. Seolah aku bisa melihat seluruh hidupmu ke depan'," tutur Kim. Robert, yang dikenal sebagai pengacara dalam kasus O.J. Simpson, saat itu sudah terbaring lemah dan hanya bisa sesekali sadar.
Kim mengisahkan saat-saat terakhir bersama ayahnya di rumah. Ia berbaring di samping Robert di sofa berbentuk L sambil menonton film. Di tengah kondisi yang menurun, Robert berpesan agar Kim menjaga saudara-saudaranya. "Kamu akan baik-baik saja. Tapi jaga yang lain. Pastikan adikmu baik-baik saja," ujar Kim menirukan pesan ayahnya. Robert adalah ayah dari Kim, Kourtney, Khloé, dan Rob dari pernikahannya dengan Kris Jenner.
Ketika kondisi Robert kian memburuk dan tidak bisa berkomunikasi, Kim menyampaikan terima kasih terakhirnya. Ia mengucapkan syukur atas segala pelajaran hidup yang diberikan ayahnya, termasuk cara menjadi orang baik dan bagaimana kelak ia akan mendidik anak-anaknya. Seorang pendeta kemudian menyarankan keluarga untuk berpamitan dan meninggalkan rumah, karena Robert disebut bertahan hanya karena kehadiran putri-putrinya. Keluarga pun mengikuti saran itu, dan Robert menghembuskan napas terakhir tak lama setelahnya.
Kisah Kim ini menyoroti bagaimana pengalaman kehilangan orang tercinta bisa membentuk cara seseorang merespons penyakitnya sendiri. Di Indonesia, kesadaran akan kanker esofagus masih rendah meski penyakit ini termasuk agresif. Data Globocan 2020 mencatat sekitar 4.000 kasus baru kanker esofagus per tahun di Tanah Air, dengan angka kematian yang tinggi karena sebagian besar pasien datang terlambat. Edukasi tentang gejala awal seperti sulit menelan atau nyeri dada perlu digencarkan, terutama bagi mereka dengan faktor risiko seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Bagi Kim, keputusan untuk akhirnya membuka diagnosis ini di depan kamera reality show bisa jadi langkah awal untuk mencari dukungan publik. Namun, pertanyaan yang tersisa: apakah ia akan menjalani operasi yang direncanakan, dan bagaimana hasilnya? Publik tentu menantikan kelanjutan kisah kesehatan Kim Kardashian, sambil berharap agar pengalaman pahit keluarganya tidak terulang.



