Bagnaia Anggap Sepang Peluang Terbaik sebelum Tinggalkan Ducati, Siap Ambil Risiko
Baca dalam 60 detik
- Francesco Bagnaia menyebut Sirkuit Sepang sebagai kesempatan emas untuk meraih hasil positif di Grand Prix Malaysia akhir pekan ini.
- Juara dunia tiga kali itu bertekad mengambil risiko lebih besar demi menikmati balapan, meski kondisi aspal dan ban berbeda dari biasanya.
- Dengan musim 2026 mendekati akhir, Bagnaia ingin mengakhiri masa sulit bersama Ducati dengan performa impresif di trek yang ia kuasai.

Francesco Bagnaia menegaskan bahwa Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini adalah peluang terbaiknya untuk meraih hasil membanggakan sebelum hengkang dari Ducati. Pembalap Italia itu mengaku siap mengambil risiko lebih besar demi kembali merasakan sensasi bersaing di depan, setelah musim 2026 yang penuh liku.
Sepang memang bukan trek asing bagi Bagnaia. Dari empat edisi terakhir GP Malaysia, ia dua kali naik podium tertinggi. Tahun lalu, meski motor GP24 kerap bermasalah, ia mampu merebut pole position dan memenangi sprint race. Kini, dengan GP26 yang belum sepenuhnya bersahabat, Bagnaia melihat Sepang sebagai tempat ideal untuk bangkit.
โSaya sangat menantikan balapan di sini. Saya suka sirkuitnya, dan menurut saya ini kesempatan terbaik untuk sedikit lebih menikmati balapan,โ ujar Bagnaia pada Kamis (23/10/2026). โSaya akan memberikan segalanya. Saya akan mengambil risiko lebih besar untuk bisa menikmati.โ
โTahun lalu saya tanpa apa pun di motor, tapi bisa pole dan menang sprint. Tahun ini kurang lebih sama, tapi saya ingin menikmati. Tes di sini berjalan baik, saya cukup cepat dan pace-nya kuat, jadi akan menyenangkan.โ
Namun, tantangan di Sepang kali ini tidak ringan. Sirkuit yang seharusnya direnovasi besar-besaran tahun ini urung dilakukan karena masalah pengiriman material. Hanya sebagian aspal yang diperbarui sejak balapan tahun lalu. Pembalap Formula 1 bahkan melaporkan aspal mulai rusak saat GP Bahrain di Malaysia awal bulan ini. Kondisi ini memaksa Michelin menghadirkan ban belakang medium tambahan yang semula dirancang untuk lintasan baru, di samping pilihan soft dan hard.
Bagnaia pun menyoroti perbedaan karakter ban yang tersedia. โBan yang dibawa berbeda dari saat tes karena mereka mengira sirkuit akan diaspal ulang, tapi materialnya terlambat datang, jadi aspalnya sama. Selain itu, F1 menggores trek lurus. Kita lihat saja nanti. Ban medium baru mungkin bekerja dan menarik untuk dicoba,โ jelasnya.
Bagi publik Indonesia, GP Malaysia selalu menjadi ajang yang dinantikan. Meski tidak digelar di tanah air, antusiasme penggemar MotoGP Indonesia sangat tinggi. Banyak yang rela menyebrang ke Sepang untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap idolanya. Performa Bagnaia di trek ini juga menjadi tontonan tersendiri, mengingat ia selalu tampil kompetitif di hadapan pendukung fanatik dari negara tetangga.
Dengan musim yang tersisa beberapa seri lagi, Bagnaia berharap bisa mengakhiri perjalanannya bersama Ducati dengan cara manis. Tekadnya untuk tampil all-out di Sepang patut dinanti. Mampukah ia mengatasi tantangan aspal dan ban untuk kembali bersinar? Jawabannya akan terlihat di lintasan akhir pekan ini.



