Kompany Pulang dari Rumah Sakit, Bayern Hadapi Der Klassiker Tanpa Pelatih Utama
Baca dalam 60 detik
- Vincent Kompany dipulangkan setelah dirawat akibat iritasi selaput otak yang membuatnya kolaps di sesi latihan pekan lalu.
- Asisten pelatih Aaron Danks akan memimpin Bayern Munich saat menjamu Borussia Dortmund pada laga bergengsi Sabtu mendatang.
- Manajemen Bayern belum menetapkan target waktu kembalinya Kompany, tetapi optimistis sang pelatih bisa segera kembali mendampingi tim.

Pelatih kepala Bayern Munich, Vincent Kompany, akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah sebelumnya dilarikan akibat insiden kolaps di pusat latihan klub. Kabar tersebut menjadi angin segar bagi skuad Die Roten yang tengah bersiap menghadapi laga krusial melawan Borussia Dortmund dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu (18/10/2025).
Kompany, pria berusia 40 tahun, mengalami gangguan kesehatan saat memimpin sesi latihan tim kedua pada Jumat pekan lalu. Kondisi itu memaksanya absen mendampingi Bayern pada pertandingan melawan SC Freiburg di Bundesliga dan DFB-Pokal kontra Magdeburg. Berdasarkan diagnosis medis, pelatih asal Belgia tersebut menderita iritasi selaput otak (meningeal irritation), yakni peradangan pada membran yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Meski demikian, pihak klub memastikan kondisi Kompany berangsur membaik. Anggota dewan olahraga Bayern, Max Eberl, menyatakan bahwa Kompany dalam keadaan baik-baik saja sesuai kondisi yang ada. "Kabar kepulangannya adalah berita terbesar dan terbaik bagi kami semua," ujar Eberl kepada penyiar Jerman ARD sebelum laga Bayern melawan Magdeburg, Rabu (15/10/2025). "Ia akan beristirahat dan mengonsumsi obat. Saya sangat yakin ia akan segera kembali ke pinggir lapangan dan bekerja dengan kapasitas penuh."
Kendati sudah dipulangkan, manajemen Bayern belum menetapkan tenggat waktu pasti kapan Kompany akan kembali mendampingi Harry Kane dan kawan-kawan. Untuk sementara, asisten pelatih Aaron Danks akan mengambil alih komando tim pada laga Der Klassiker melawan Dortmund akhir pekan ini. Laga tersebut menjadi ujian berat bagi Danks mengingat Dortmund merupakan rival utama Bayern dalam perburuan gelar Bundesliga musim ini.
"Kabar kepulangannya adalah berita terbesar dan terbaik bagi kami semua. Ia akan beristirahat dan mengonsumsi obat. Saya sangat yakin ia akan segera kembali ke pinggir lapangan dan bekerja dengan kapasitas penuh." โ Max Eberl, anggota dewan olahraga Bayern Munich
Insiden yang menimpa Kompany menjadi pengingat bahwa tekanan di dunia sepak bola elite tidak hanya berdampak pada pemain, tetapi juga staf pelatih. Jadwal padat Bundesliga, DFB-Pokal, dan kompetisi Eropa menuntut fisik serta mental yang prima dari seluruh elemen tim. Bayern sendiri dijadwalkan menghadapi serangkaian pertandingan penting dalam beberapa pekan ke depan, termasuk laga lanjutan Liga Champions.
Bagi publik sepak bola Indonesia, sosok Kompany bukanlah nama asing. Sebagai mantan bek tengah Manchester City dan kapten timnas Belgia, ia dikenal memiliki etos kerja tinggi dan gaya kepemimpinan yang tegas. Pengalaman Kompany menangani Burnley sebelum bergabung dengan Bayern juga menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih muda potensial. Kondisi kesehatannya tentu menjadi perhatian, terutama bagi para penggemar Bayern di Tanah Air yang berharap sang pelatih bisa segera kembali mendampingi tim kesayangan.
Dengan absennya Kompany, laga Der Klassiker melawan Dortmund akan menjadi ajang pembuktian bagi Aaron Danks dan seluruh staf pelatih. Apakah Bayern mampu mempertahankan performa impresif tanpa sosok Kompany di pinggir lapangan? Dan seberapa cepat sang pelatih bisa pulih total untuk kembali mengarahkan tim menuju gelar juara? Publik sepak bola dunia akan menantikan jawabannya dalam beberapa pekan mendatang.



