Carlos Tevez Angkat Paul Scholes Melebihi Ronaldo dan Messi, Ini Alasannya
Baca dalam 60 detik
- Carlos Tevez menempatkan Paul Scholes sebagai rekan setim terbaik sepanjang kariernya, di atas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
- Penilaian itu muncul dalam dialog bersama Rio Ferdinand, yang menyoroti era emas lini depan Manchester United 2007-2009.
- Pernyataan Tevez menambah panjang daftar pengakuan pesepakbola dunia terhadap kualitas gelandang legendaris Inggris tersebut.

Carlos Tevez membuat pernyataan yang mengejutkan dunia sepak bola. Mantan penyerang Manchester United itu menilai Paul Scholes sebagai pemain terbaik yang pernah menjadi rekan setimnya, mengalahkan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Pengakuan ini disampaikan Tevez dalam wawancara bersama Rio Ferdinand di program Rio Ferdinand Presents, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar.
Tevez dan Scholes sempat bahu-membahu memperkuat MU pada periode 2007-2009. Selama dua musim tersebut, Setan Merah menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan di Premier League maupun Eropa. Lini depan yang dihuni Tevez, Ronaldo, Wayne Rooney, dan Dimitar Berbatov dikenal sebagai salah satu barisan penyerang paling menakutkan dalam sejarah liga. Namun, di balik gemerlap nama-nama penyerang itu, Tevez justru menaruh respek tertinggi pada sosok gelandang tengah yang jarang berbicara banyak.
Dalam dialognya dengan Ferdinand, Tevez diminta memilih antara Scholes dan mantan gelandang Manchester City, David Silva. Tanpa ragu, ia menunjuk Scholes. "Bagi saya, dia pemain terbaik. Bagi saya, pemain terbaik," ujar Tevez, seperti dikutip dari kanal YouTube Rio Ferdinand. Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan pengalaman pribadinya selama berlatih dan bertanding bersama Scholes.
Tevez lantas mengenang bagaimana Scholes memperlihatkan kualitasnya di sesi latihan. Menurutnya, Scholes bukan tipe pemain yang banyak bicara atau melakukan aksi berlebihan. Namun, begitu bola menyentuh kakinya, umpan-umpan akurat terus mengalir. "Apakah kamu ingat saat latihan? Seperti ini, tidak berbicara, tidak melakukan apa-apa. Bola pertama," kata Tevez menirukan gaya Scholes. "Sepanjang waktu saat latihan, umpan, umpan, umpan. Bagi saya, dia yang terbaik. Andrea Pirlo dan Scholes," tambahnya.
Pernyataan Tevez ini bukan yang pertama kali. Sejumlah pesepakbola kelas dunia sebelumnya juga menempatkan Scholes di jajaran gelandang terhebat. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta pernah menyebut Scholes sebagai panutan, sementara Zinedine Zidane mengakui kehebatan mantan gelandang timnas Inggris itu. Konsistensi pengakuan semacam ini menunjukkan bahwa kualitas Scholes tidak hanya diakui oleh rekan setim, tetapi juga oleh lawan-lawannya.
Bagi Tevez, masa di MU memang meninggalkan kenangan mendalam. Meski kemudian pindah ke Manchester City dengan cara yang sempat memicu kontroversi, ia tetap menghargai pengalaman berlatih dan bertanding bersama Scholes. Momen kebersamaan di ruang ganti dan lapangan latihan Carrington menjadi bukti bagaimana seorang gelandang sederhana bisa meninggalkan kesan begitu kuat di hati penyerang temperamental seperti Tevez.
Di sisi lain, pernyataan ini juga menjadi pengingat bahwa kehebatan dalam sepak bola tidak selalu diukur dari jumlah gol atau trofi individu. Scholes, yang lebih dikenal sebagai pengatur tempo dan pengumpan ulung, mungkin tidak sepopuler Ronaldo atau Messi. Namun, bagi mereka yang pernah merasakan langsung dampak permainannya, Scholes adalah sosok yang tak tergantikan. Tevez pun menegaskan bahwa dalam pandangannya, tidak ada gelandang yang mampu menandingi Scholes selain Andrea Pirlo.
Ke depan, perdebatan tentang siapa pemain terbaik memang tak akan pernah usai. Namun, pengakuan dari Tevez ini setidaknya memberikan perspektif lain: bahwa di balik gemerlap bintang penyerang, ada gelandang tenang yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Apakah Scholes akan semakin diakui sebagai salah satu gelandang terhebat dalam sejarah, ataukah nama-nama seperti Ronaldo dan Messi akan tetap mendominasi diskusi? Waktu yang akan menjawab, tetapi bagi Tevez, jawabannya sudah jelas.



