Persis Solo Fokus Redam Set-Piece Barito, Renan Alves Jadi Ancaman Utama
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo menyiapkan strategi khusus untuk menetralisir bola mati Barito Putera, terutama peran bek Renan Alves yang telah mencetak lima gol.
- Barito Putera datang dengan modal tiga kemenangan beruntun, sementara Persis belum menang dalam lima laga terakhir.
- Pelatih caretaker Dedy Gusmawan menekankan pentingnya disiplin dan fokus sepanjang pertandingan, bukan hanya mengantisipasi set-piece.

Persis Solo akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Barito Putera dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Jumat (30/10/2026) sore WIB. Laskar Sambernyawa tidak hanya perlu memutus tren tanpa kemenangan, tetapi juga membendung salah satu senjata paling mematikan lawan: bola mati.
Barito Putera saat ini sedang dalam performa impresif. Tiga kemenangan beruntun diraih atas Persiba Balikpapan (2-0), De Red (2-0), dan PSBS Biak (3-0). Sebaliknya, Persis masih tertahan dalam lima pertandingan tanpa kemenangan dengan rincian empat imbang dan satu kekalahan. Kondisi ini membuat laga nanti krusial bagi kedua tim, terutama bagi Persis yang berusaha bangkit dari keterpurukan.
Pelatih caretaker Persis, Dedy Gusmawan, mengakui bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah pertandingan terakhir. Ia berharap para pemain dapat menjalankan rencana yang telah disusun dengan disiplin tinggi. “Kami sudah melakukan evaluasi dan analisis. Saya berharap pemain bisa mengaplikasikan semua instruksi di pertandingan nanti,” ujar Dedy, Kamis (29/10/2026).
Dedy secara spesifik menyoroti bahaya set-piece Barito yang kerap menjadi sumber gol. Ia menyebut nama Renan Alves, bek berpostur 191 cm, sebagai ancaman utama. “Kami melihat Barito banyak mencetak gol dari bola mati. Ada Renan Alves dan juga Murilo yang berbahaya. Kami sudah mengantisipasi, semoga pemain bisa menjalankan instruksi,” jelasnya.
Renan Alves memang menjadi momok bagi lawan-lawannya. Meski berposisi sebagai bek, pemain berusia 33 tahun itu sudah mengoleksi lima gol, menjadikannya top skor sementara Barito. Kemampuannya dalam duel udara dan penyelesaian akhir di kotak penalti membuatnya sering menjadi pemecah kebuntuan. Persis pun tak ingin kecolongan lagi.
“Kami harus fokus dan disiplin. Tidak hanya set-piece, kami juga mewaspadai open play Barito karena mereka juga berbahaya dari situasi terbuka,” tegas Dedy.
Selain aspek taktik, kondisi fisik pemain menjadi perhatian. Bek Persis, Novan Setya Sasongko, memastikan seluruh rekan setimnya dalam keadaan siap tempur. “Persiapan berjalan baik, tidak ada yang cedera, semua fit. Kami berharap bisa meraih kemenangan dan menjalankan game plan dengan maksimal,” kata Novan.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Persis untuk keluar dari tekanan. Dengan raihan lima pertandingan tanpa kemenangan, posisi mereka di klasemen sementara bisa semakin terpuruk jika gagal mencuri poin di Banjarmasin. Di sisi lain, Barito berambisi melanjutkan tren positif dan menjauh dari kejaran tim-tim pesaing.
Menarik untuk disimak bagaimana strategi Persis dalam menetralisir keunggulan udara Barito, terutama Renan Alves. Apakah mereka akan menerapkan penjagaan ketat secara individu atau mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat? Yang pasti, laga ini akan menjadi ujian taktik bagi Dedy Gusmawan dalam upayanya mengangkat performa Laskar Sambernyawa.



