Persib Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Tiga Pilar yang Bisa Menentukan Nasib Maung Bandung
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung menjamu Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat pada laga lanjutan Grup E ACL 2, dengan misi mengamankan tiga poin untuk memperkokoh posisi puncak klasemen.
- Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Sandy Walsh disebut sebagai sosok yang berpotensi menjadi pembeda berkat konsistensi, visi bermain, dan pengalaman internasional mereka.
- Absennya kiper Teja Paku Alam akibat cedera memaksa pelatih Igor Tolic meracik strategi alternatif guna meredam agresivitas tim tamu asal Australia.

Persib Bandung akan menghadapi ujian sesungguhnya di pentas Asia ketika menjamu Melbourne Victory pada matchday ketiga Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026). Laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin, melainkan penentu apakah Maung Bandung layak diperhitungkan sebagai kandidat serius lolos dari fase grup.
Modal kepercayaan diri Persib sedang tinggi setelah menaklukkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1 di BRI Super League 2026/2027. Namun, menghadapi Melbourne Victory yang bertengger di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi empat poin dari dua laga, tantangan akan jauh lebih berat. Tim asuhan Igor Tolic saat ini memimpin Grup E dengan enam poin, tetapi posisi tersebut belum aman.
Dukungan Bobotoh yang diprediksi memadati stadion menjadi faktor psikologis yang tak bisa diremehkan. Euforia suporter bisa menjadi energi tambahan, tetapi juga bisa berbalik menjadi tekanan jika Persib gagal tampil agresif sejak menit awal. Di sinilah peran pemain berpengalaman menjadi krusial.
Nama Eliano Reijnders menjadi yang pertama mencuat. Bek sayap naturalisasi berusia 25 tahun itu mendapat julukan "Iron Man" dari Tolic karena ketahanan fisiknya di tengah jadwal padat. Adik kandung gelandang AC Milan, Tijjani Reijnders, ini bukan hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga aktif mendukung serangan lewat pergerakan dari sisi lapangan. Kemampuannya menjalankan dua peran sekaligus membuatnya sulit tergantikan.
Di lini tengah, Thom Haye adalah motor permainan yang mengatur tempo dan mendistribusikan bola dengan akurasi tinggi. Gelandang 31 tahun itu selalu dipercaya tampil dalam 10 pertandingan terakhir Persib. Kontribusinya terlihat nyata saat melawan Garudayaksa FC, di mana masuknya Haye dari bangku cadangan mengubah jalannya pertandingan dan membantu Persib meraih tiga poin. Kemampuan membaca permainan dan visi passing-nya akan menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Melbourne Victory.
Sandy Walsh melengkapi trio pembeda. Setelah lama absen karena cedera yang didapat saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, eks pemain Buriram United ini mulai menemukan performa terbaiknya. Dalam empat penampilan bersama Persib, ia menunjukkan kualitas sebagai bek yang kuat dalam duel dan aktif membantu serangan. Pengalaman bermain di kompetisi Asia menjadi nilai tambah untuk menghadapi tim Australia yang dikenal agresif.
"Eliano adalah sosok yang selalu siap tempur. Konsistensinya luar biasa, dan itu membuat kami lebih percaya diri menghadapi jadwal padat," ujar Igor Tolic seperti dikutip dari pernyataan klub.
Namun, Persib tidak bisa sepenuhnya fokus pada kekuatan sendiri. Masalah kebugaran pemain dan absennya kiper utama Teja Paku Alam akibat cedera menjadi catatan serius. Tolic dituntut meracik komposisi terbaik, termasuk menentukan siapa yang akan mengawal gawang. Melbourne Victory yang datang dengan modal satu kemenangan dan satu imbang jelas bukan lawan sembarangan. Tim berjuluk The Big V itu memiliki kualitas pemain yang menjanjikan dan tentu ingin mencuri poin di kandang Persib.
Dari kacamata taktik, pertarungan lini tengah akan menjadi kunci. Jika Haye mampu mengendalikan ritme dan Eliano serta Sandy bisa memberikan dukungan dari sektor sayap, Persib berpeluang besar mendikte jalannya pertandingan. Sebaliknya, jika Melbourne berhasil menekan sejak awal, tekanan terhadap lini belakang Persib akan meningkat, terutama dengan absennya Teja Paku Alam.
Kemenangan atas Melbourne Victory akan memperlebar jarak Persib dari pesaing terdekat dan membuka jalan menuju fase gugur. Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan bisa membuat persaingan di Grup E semakin sengit. Laga ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh Persib mampu bersaing di level Asia, sekaligus membuktikan bahwa julukan "Iron Man" untuk Eliano, visi bermain Haye, dan ketangguhan Sandy Walsh bukan sekadar narasi, melainkan kenyataan di lapangan.



