Windows 11 Akhirnya Bisa Atur Menu Klik Kanan, Tapi Ada Syaratnya
Baca dalam 60 detik
- Microsoft merilis pembaruan opsional Windows 11 yang memungkinkan pengguna mempersonalisasi menu klik kanan dan meningkatkan performanya.
- Fitur ini akan tersedia luas pada patch November, tetapi tetap disebar bertahap sehingga tidak semua pengguna langsung menerimanya.
- Respons awal positif, meski muncul kritik karena Microsoft butuh lima tahun untuk menghadirkan kustomisasi yang diminta banyak orang.

Pengguna Windows 11 kini memiliki kendali lebih besar atas menu klik kanan setelah Microsoft merilis pembaruan opsional yang membawa kemampuan kustomisasi penuh dan peningkatan kecepatan. Pembaruan ini masih dalam tahap pratinjau, tetapi versi stabilnya dijadwalkan hadir pada patch November mendatang, kurang dari dua pekan lagi.
Menu klik kanan atau context menu selama ini menjadi salah satu keluhan utama di Windows 11 karena tampilannya dianggap terlalu panjang dan berantakan. Dengan pembaruan ini, pengguna dapat menghapus perintah yang jarang dipakai, menambahkan fungsi yang diinginkan, hingga memilih aplikasi mana yang muncul di menu tersebut. Opsi seperti "Send to" bisa dihilangkan, sementara panel atas yang berisi cut, paste, dan rename dapat diintegrasikan agar tampil menyatu dengan opsi lainnya, meniru gaya Windows 10. Tata letak pun bisa diubah, misalnya memindahkan "Properties" ke bagian bawah menu.
Microsoft dalam pernyataannya menyebut menu yang diperbarui hadir lebih cepat, mengurangi kekacauan, dan memberikan kontrol lebih besar atas perintah serta ekstensi aplikasi yang muncul saat klik kanan. Klaim ini sejalan dengan pengalaman sebagian pengguna yang telah mencoba versi pratinjau. Di forum Reddit, sejumlah pengguna melaporkan peningkatan kecepatan yang signifikan. "Menu konteks baru sangat bagus! Jauh lebih cepat, kustomisasinya keren," ujar seorang pengguna, seperti dikutip dari diskusi daring.
Meski demikian, tidak semua orang langsung merasakan perubahan. Sebagian pengguna yang telah memasang pembaruan opsional justru mengeluh karena fitur tersebut belum muncul di perangkat mereka. Penyebabnya adalah metode penyebaran bertahap (gradual rollout) yang diterapkan Microsoft, sehingga fitur hanya dikirim ke sejumlah PC dalam satu waktu. "Those gradual rollouts though..." tulis seorang pengguna Reddit, mengomentari proses distribusi yang dianggap lambat.
Kritik lain menyoroti lamanya waktu yang dibutuhkan Microsoft untuk menghadirkan fitur ini. Seorang pengguna menilai langkah tersebut positif, tetapi mempertanyakan mengapa butuh lima tahun bagi perusahaan untuk sampai ke titik ini. "Not bad imo. Crazy it took them 5 years though," ujarnya. Sejak Windows 11 diperkenalkan pada 2021, menu klik kanan memang dirancang ulang dengan tampilan yang lebih ringkas, tetapi justru memicu kebingungan karena beberapa opsi tersembunyi di submenu.
Bagi pengguna yang tidak sabar, ada alat konfigurasi Windows bernama ViVeTool yang dapat memaksa fitur muncul. Namun, cara ini tidak disarankan karena berisiko memicu bug, terutama pada fitur yang masih dalam tahap pratinjau. Microsoft memiliki alasan kuat untuk menguji fitur secara terbatas sebelum merilisnya ke publik luas, guna meminimalkan gangguan yang lebih besar.
Di Indonesia, pengguna Windows 11 tersebar di kalangan profesional, pelajar, dan pelaku usaha yang mengandalkan PC untuk produktivitas sehari-hari. Kustomisasi menu klik kanan dapat mempercepat alur kerja, terutama bagi mereka yang sering berpindah antar aplikasi. Namun, karena penyebaran bertahap, sebagian pengguna Tanah Air mungkin harus menunggu lebih lama dibanding wilayah lain, tergantung pada antrean distribusi Microsoft.
Secara keseluruhan, langkah Microsoft memperbaiki menu klik kanan adalah sinyal positif bahwa perusahaan mendengarkan umpan balik pengguna. Meski demikian, pertanyaannya kini: seberapa cepat Microsoft dapat memperluas jangkauan fitur ini tanpa mengorbankan stabilitas sistem? Pengguna disarankan menunggu patch November resmi daripada memaksakan pembaruan pratinjau, sambil bersiap menghadapi proses bertahap yang mungkin membutuhkan kesabaran ekstra.



