Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Polisi Jerat Tersangka Pasal Perlindungan Anak
Baca dalam 60 detik
- Remaja berusia 16 tahun berinisial ARK tewas setelah dibacok orang tak dikenal saat pulang menonton laga Persib di Stadion Pakansari, Bogor.
- Polres Bogor menangkap tersangka MR kurang dari 24 jam setelah kejadian dan menyita sebilah celurit sebagai barang bukti.
- Tersangka dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Seorang remaja pendukung Persib Bandung, ARK (16), meregang nyawa setelah menjadi korban pembacokan saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10) malam. Insiden ini kembali mempertanyakan efektivitas pengamanan suporter dan penegakan hukum terhadap kekerasan jalanan yang kerap membayangi sepak bola nasional.
Peristiwa bermula ketika korban bersama seorang rekannya mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Raya Bogor. Di kawasan KM 51, tepatnya di depan mal Q Square, keduanya berpapasan dengan tersangka berinisial MR yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit. Menurut Kepala Seksi Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi, tersangka kemudian mengayunkan celurit ke arah punggung korban hingga membuat korban terjatuh. "Korban ditemukan tergeletak di tengah jalan oleh rekannya," ujar Sigit kepada wartawan, Selasa (27/10).
Setelah melancarkan aksinya, MR disebut membuang celurit ke selokan tak jauh dari lokasi. Polisi yang menerima laporan bergerak cepat. Berkat keterangan saksi dan bukti di lapangan, MR berhasil dibekuk di kawasan Kaumpandak, Karadenan, Kabupaten Bogor, kurang dari 24 jam setelah kejadian. "Informasi dari masyarakat dan dukungan bukti membuat kami bisa mengamankan tersangka dengan cepat," kata Sigit.
Dalam penanganan perkara, penyidik Sat Reskrim bersama Sat Res PPA dan PPO Polres Bogor masih mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi untuk melengkapi berkas penyidikan. Hingga kini, motif pembacokan belum diungkap secara rinci, termasuk apakah insiden tersebut berkaitan dengan rivalitas antarsuporter.
"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kenakalan remaja, kekerasan berkelompok, dan penggunaan senjata tajam dapat berujung fatal, merenggut nyawa, dan menghancurkan masa depan generasi muda," tegas Sigit.
Kasus ini menyita perhatian publik sepak bola Tanah Air, terutama karena menimpa remaja di bawah umur. Persib Bandung melalui akun Instagram resmi menyampaikan belasungkawa mendalam. Klub mengunggah pesan bertajuk "Rumah Adalah Tempat Kemenangan Sejati!" dengan tagar #BobotohBerduka. "Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Persib atas kepergian seorang Bobotoh asal Bogor usai menyaksikan laga semalam," tulis manajemen klub.
Kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola bukan hal baru di Indonesia. Berbagai insiden sebelumnya telah mendorong pembenahan regulasi, termasuk penerapan sanksi bagi klub dan pengaturan izin keramaian. Namun, kejadian di Bogor ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan belum sepenuhnya membuahkan hasil. Pengamat kepolisian menilai penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan jalanan perlu diperkuat, sementara pembinaan suporter muda harus melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas.
Polres Bogor mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak, membangun komunikasi terbuka, serta menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan potensi gangguan keamanan. "Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum," pungkas Sigit.
Ke depan, publik menanti apakah kasus ini akan menjadi titik balik penanganan kekerasan suporter, atau sekadar menjadi statistik kelam lain dalam sepak bola Indonesia. Yang jelas, nyawa seorang remaja telah melayang hanya karena pulang dari menonton pertandingan yang seharusnya menjadi hiburan.



