Gol Menit 96 Pablo Ganet Bikin Bali United Pulang Tanpa Kemenangan, Johnny Jansen Soroti Pertahanan
Baca dalam 60 detik
- Bali United harus puas berbagi angka 1-1 dengan Persita Tangerang setelah unggul hampir sepanjang laga di Banten International Stadium.
- Gol penyama kedudukan Pablo Ganet pada menit 90+6 menjadi pukulan telak bagi tim tamu yang gagal memanfaatkan peluang tambahan.
- Pelatih Johnny Jansen menilai lemahnya pertahanan di momen krusial sebagai biang keladi hilangnya tiga poin, sementara Persita tetap tak terkalahkan dalam enam laga.

Bali United kembali gagal meraih kemenangan di laga tandang setelah ditahan imbang Persita Tangerang 1-1 dalam pertandingan pekan ketujuh BRI Super League 2026 di Banten International Stadium, Minggu (25/10/2026). Keunggulan lewat sundulan Marko Dugandzic pada menit ke-26 sirna setelah Pablo Ganet mencetak gol penyama di menit 90+6, memaksa tim tamu pulang dengan satu poin.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Bali United setiap kali bermain di luar kandang. Sepanjang musim, mereka belum sekalipun menang saat bertindak sebagai tim tamu. Padahal, kemenangan atas Persita akan menjadi momentum penting untuk memutus tren negatif tersebut. Sebaliknya, Persita justru semakin kokoh sebagai tim yang sulit dikalahkan. Pendekar Cisadane tercatat belum terkalahkan dalam enam pertandingan BRI Super League musim ini.
Menariknya, gol Ganet bukanlah sebuah kebetulan. Persita memang memiliki kebiasaan mencetak gol di sepuluh menit terakhir pertandingan sejak pekan pertama. Pola ini menunjukkan kualitas mental dan kebugaran fisik skuad asuhan pelatih Persita yang mampu tampil disiplin hingga menit-menit akhir. Bagi Bali United, kelengahan di masa injury time menjadi momok yang harus segera diatasi jika ingin bersaing di papan atas.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui timnya kehilangan konsentrasi di momen krusial. Ia menilai para pemain seharusnya bisa mempertahankan keunggulan setelah memiliki peluang untuk menggandakan skor. "Kami unggul 1-0 dan punya kesempatan mencetak gol kedua, tapi tidak memanfaatkannya. Saya beri kredit untuk Persita, tetapi kami seharusnya menang," ujarnya usai pertandingan.
"Dalam situasi itu, kami bertahan dengan sangat buruk dan mereka mampu mencetak gol yang bagus. Kami harus melakukan lebih baik, bukan soal mengantisipasi gol menit akhir, melainkan bagaimana kami bertahan dengan lebih baik pada momen tersebut."
โ Johnny Jansen, Pelatih Bali United
Senada dengan pelatihnya, gelandang Bali United Tim Geypens menganggap laga melawan Persita sebagai pertandingan yang sulit. Ia menyoroti banyaknya duel dan bola panjang yang membuat permainan tidak berjalan sesuai rencana. "Pertandingan ini sulit, banyak duel dan bola panjang. Namun, saya pikir kami seharusnya bisa menang. Jika ingin bersaing untuk posisi juara, kedua, atau ketiga, kami harus mampu memenangi pertandingan seperti ini," kata Geypens.
Kegagalan meraih poin penuh ini menjadi sinyal peringatan bagi Bali United. Dalam kompetisi seketat BRI Super League, konsistensi di laga tandang adalah harga mati untuk tetap berada di jalur perburuan gelar. Kehilangan poin di menit akhir, apalagi melawan tim yang sedang dalam performa apik, bisa berdampak besar pada klasemen akhir. Johnny Jansen dituntut segera membenahi organisasi pertahanan, terutama saat menghadapi tekanan di penghujung laga.
Di sisi lain, Persita Tangerang semakin menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Kemampuan mencetak gol di menit-menit akhir bukan hanya soal keberuntungan, melainkan cerminan kerja keras dan disiplin taktik yang diterapkan pelatih. Dengan modal tak terkalahkan dalam enam laga, Persita berpeluang besar mengganggu dominasi tim-tim besar. Pertanyaannya, mampukah Bali United bangkit di laga tandang berikutnya, atau tren negatif ini akan terus berlanjut?



