Alonso Semprot Standar Balap Albon: 'Kualitas Pembalap Papan Bawah Sangat Rendah'
Baca dalam 60 detik
- Fernando Alonso menuding Alex Albon sebagai biang kerusakan lantai mobil Aston Martin-nya pada lap pembuka GP Amerika Serikat.
- Insiden di Tikungan 11 membuat Alonso kehilangan empat posisi dan harus finis ke-12 dengan mobil yang disebutnya 'setengah hancur'.
- Kritik pedas Alonso terhadap pembalap papan bawah memanaskan tensi jelang seri berikutnya, sementara steward memilih tidak melakukan investigasi.

Fernando Alonso melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pembalap di sepertiga bawah grid Formula 1 setelah insiden kontak dengan Alex Albon pada lap pembuka Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit COTA, Austin, akhir pekan lalu. Pembalap Aston Martin itu menyebut kerusakan yang dialaminya sebagai pukulan besar bagi peluangnya meraih poin.
Insiden bermula ketika Alonso, yang start dari posisi ke-12, berusaha menyalip dua mobil Haas di sisi dalam Tikungan 11. Albon yang juga mengambil jalur dalam sudah tidak bisa menghindar, dan roda depan kanan Williams-nya membentur bargeboard serta tepi lantai sisi kiri mobil Alonso. Kontak itu mendorong Alonso ke luar lintasan dan membuatnya kehilangan empat posisi tambahan.
Kerusakan pada lantai mobil AMR26 terlihat jelas dari kamera on-board Albon. Meski demikian, Alonso mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-12. Namun, ia mengaku sempat berpikir untuk menghentikan mobilnya karena kondisi sasis yang parah.
"Itu kerusakan terbesar. Kami kehilangan setengah detik atau lebih per lap. Mobil hancur; saya melihatnya di parc ferme. Setengah lantai tidak ada. Saya tidak tahu bagaimana kami bisa terus melaju dan tetap kompetitif," ujar Alonso seperti dikutip Motorsport.com.
Alonso menambahkan bahwa ia kehilangan lebih banyak bagian lantai selama balapan, sehingga mobil sulit dikendalikan. "Saya tidak bisa berbelok. Jadi kami berhenti. Saya berpikir untuk pensiun. Saya siap mematikan mesin. Tapi kemudian mereka memasang sayap depan baru dan saya keluar lagi. Jelas mobil bisa berbelok ke kanan tapi tidak ke kiri selama 15 lap terakhir," jelasnya.
Lebih lanjut, juara dunia dua kali itu menilai bahwa risiko insiden selalu membayangi pembalap yang start dari belakang. "Ketika Anda start di belakang, risiko ini selalu ada. Saya pikir kualitas pembalap di sepertiga bawah grid sangat rendah. Seperti yang kita lihat hari ini dengan Alex. Jadi saya pikir kami perlu meningkatkan mobil dan start lebih tinggi," tegasnya.
Sementara itu, Albon memberikan versi berbeda. Ia mengklaim telah memberi ruang kepada Alonso, namun situasi menjadi sempit karena ada mobil lain di sisi dalam. "Saya mencoba menyingkir dan naik ke kerb, tapi tidak berhasil dengan baik. Saya rasa dia mengalami kerusakan. Saya juga mengalami kerusakan karena sayap depan patah sepanjang balapan," ujar Albon.
Steward memutuskan insiden tersebut tidak perlu diinvestigasi karena dianggap sebagai konsekuensi normal dari pertarungan tiga mobil di tikungan yang sama. Keputusan ini pun menuai perdebatan di kalangan pengamat, mengingat dampak besar yang dialami Alonso.
Kritik Alonso ini bukan yang pertama kali ia lontarkan terhadap standar balap pembalap muda. Sebelumnya, ia juga pernah menyoroti agresivitas berlebihan di lintasan. Pernyataan terbarunya berpotensi memanaskan rivalitas di sisa musim, terutama karena Aston Martin tengah berjuang keluar dari keterpurukan performa.
Bagi tim-tim papan tengah dan bawah, insiden semacam ini menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar pada perolehan poin. Sementara itu, Alonso menegaskan bahwa satu-satunya solusi adalah meningkatkan performa mobil agar tidak lagi terjebak di posisi belakang. "Kami harus memperbaiki mobil dan start lebih tinggi," pungkasnya.
Pertanyaannya kini: akankah kritik pedas Alonso memicu perubahan standar balap di antara pembalap muda, atau justru memperbesar ketegangan di lintasan? Yang jelas, Grand Prix Amerika Serikat telah menambah panjang daftar insiden yang melibatkan pembalap veteran dan generasi baru.



