Leclerc Ungguli Verstappen di FP1 Austin, Ferrari Pede Tantang Red Bull
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc mencatat waktu tercepat di sesi latihan pertama GP Amerika Serikat, unggul tipis atas Max Verstappen.
- Ferrari membawa paket upgrade aero terakhir untuk musim 2026, sementara Red Bull hanya melakukan penyempurnaan front wing.
- Persaingan di COTA diprediksi ketat karena karakter sirkuit yang bergelombang dan sulit menemukan keseimbangan mobil.

Charles Leclerc memulai akhir pekan GP Amerika Serikat dengan sinyal kuat. Pembalap Ferrari itu menorehkan waktu tercepat di sesi latihan bebas pertama (FP1) di Circuit of the Americas, Austin, Jumat (18/10/2024), mengungguli Max Verstappen dari Red Bull dengan selisih hanya 0,084 detik.
Leclerc membukukan lap 1 menit 36,052 detik menggunakan ban lunak, sementara Verstappen yang sempat kesulitan dengan keseimbangan mobil harus puas di posisi kedua. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Ferrari yang tengah berupaya menghentikan dominasi Red Bull di paruh akhir musim.
Ferrari tampil agresif dengan memboyong paket upgrade aero terbaru—yang disebut sebagai pembaruan terakhir untuk musim ini—meliputi perubahan pada lantai, bargeboard, sidepod, dan diffuser. Meski tim asal Maranello itu menyebut peningkatan tersebut berskala minor, Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, langsung nyaman menggeber SF-24 di sirkuit sepanjang 5,5 km yang naik-turun.
"Kami mencoba beberapa hal baru, dan sejauh ini terasa positif," ujar Leclerc seperti dikutip dari Motorsport.com. "Tapi ini baru FP1, dan kami tahu Red Bull selalu kuat di sesi kualifikasi."
Di balik hasil ini, tersimpan catatan penting: Verstappen sebenarnya sempat mencatat lap yang lebih cepat, namun terhapus karena melewati batas lintasan di tikungan kedua dari terakhir. Red Bull juga membawa pembaruan front wing yang membuat mobil RB20 tampak kompetitif di sektor pertama yang mengalir cepat.
Sementara itu, McLaren menunjukkan performa solid lewat Lando Norris di posisi ketiga, hanya 0,245 detik di belakang Leclerc. Duo Mercedes, Kimi Antonelli dan George Russell, yang menggunakan ban keras pada run pertama, masing-masing menempati urutan kelima dan keempat. Antonelli, yang musim depan akan menjadi pembalap penuh waktu, kembali menunjukkan kelasnya dengan berada di depan Hamilton dan Oscar Piastri.
Di lini tengah, Gabriel Bortoleto dari Audi mencatat waktu terbaik kedelapan, kurang dari satu detik dari Leclerc. Pembalap muda Brasil itu unggul atas Arvid Lindblad (Racing Bulls) yang selama ini konsisten memimpin persaingan tim papan tengah. Sementara itu, Aston Martin memperlihatkan tanda-tanda perbaikan dengan Fernando Alonso dan Lance Stroll di posisi 12 dan 13, mengalahkan Isack Hadjar di Red Bull kedua yang gagal menyelesaikan lap cepat akibat pelanggaran batas lintasan.
Sesi FP1 juga menjadi ajang unjuk gigi bagi Colton Herta. Pembalap Cadillac asal Amerika Serikat itu dipercaya mengemudikan mobil Sergio Perez di hadapan publik sendiri. Herta, yang sebelumnya berkompetisi di IndyCar, tengah mengumpulkan poin superlicence FIA yang tersisa untuk bisa tampil di F1 musim depan.
Di sisi lain, Alex Albon menjadi satu-satunya pembalap yang tidak mencatat waktu kompetitif. Tim Williams memilih fokus pada pengujian aero untuk pengembangan mobil musim 2027, alih-alih mengejar waktu putaran.
Dengan persaingan yang begitu ketat di FP1, GP Amerika Serikat menjanjikan duel sengit antara Ferrari, Red Bull, dan McLaren. Verstappen masih menjadi favorit, tetapi Leclerc dan Ferrari jelas tidak akan menyerah tanpa perlawanan. Akankah upgrade terakhir Ferrari mampu membalikkan keadaan di sesi kualifikasi nanti?



