Džeko Alami Luka Robek di Kepala, Schalke Kehilangan Ujung Tombak
Baca dalam 60 detik
- Edin Džeko harus ditarik keluar saat Schalke takluk 0-1 dari Mainz akibat benturan keras dengan bek Kacper Potulski.
- Luka robek di kepala Džeko memerlukan beberapa jahitan, namun manajemen Schalke belum memastikan berapa lama ia absen.
- Džeko tetap menjadi andalan Schalke musim ini dengan catatan 5 penampilan dari 6 laga, dan laga melawan Köln akan menjadi ujian kedalaman skuad.

Striker veteran Schalke 04, Edin Džeko, mengalami luka robek cukup dalam di kepala setelah berbenturan dengan bek Mainz, Kacper Potulski, pada menit ke-58 dalam pertandingan Bundesliga yang berakhir dengan kekalahan 0-1 di Veltins-Arena, Sabtu (18/10). Insiden tersebut memaksa pelatih menarik Džeko dan memasukkan Hwang Hee-chan.
Schalke melalui pernyataan resmi pada Minggu (19/10) mengonfirmasi bahwa luka di kepala pemain berusia 40 tahun itu memerlukan "beberapa jahitan". Namun, klub tidak memberikan estimasi waktu pemulihan. "Kami mendoakan yang terbaik untuk Edin," tulis Schalke dalam pernyataan singkat, seperti dikutip Bundesliga.com.
Džeko, yang musim panas lalu menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun, telah tampil dalam lima dari enam pertandingan Bundesliga musim ini, dua di antaranya sebagai starter. Meski belum mencetak gol di liga, perannya sebagai target man dan mentor bagi penyerang muda tetap krusial. Musim lalu, ia menjadi bagian penting dari promosi Schalke ke Bundesliga dengan kontribusi enam gol dan tiga assist dalam 11 penampilan di Bundesliga 2.
Bagi Schalke, cedera Džeko menambah beban di lini depan yang sudah minim pengalaman. Meski demikian, kekalahan dari Mainz lebih disebabkan oleh lemahnya penyelesaian akhir dan solidnya pertahanan lawan. Pelatih Schalke, dalam konferensi pers usai laga, mengakui bahwa timnya kesulitan menembus blok rendah Mainz. "Kami kehilangan fokus setelah insiden tersebut," ujarnya, seperti dikutip media Jerman.
Dari kacamata taktik, kehadiran Džeko sering menjadi pivot serangan Schalke. Kemampuannya memenangkan duel udara dan menahan bola memberi ruang bagi gelandang untuk naik. Tanpa dirinya, Schalke kemungkinan akan mengandalkan kecepatan Hwang Hee-chan dan kreativitas dari lini kedua. Namun, opsi itu belum terbukti efektif musim ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, cedera Džeko mengingatkan pada pentingnya kedalaman skuad di kompetisi padat. Liga Indonesia sering menghadapi masalah serupa ketika pemain kunci cedera, dan klub harus mencari solusi internal. Schalke, dengan sejarah panjang di Bundesliga, diharapkan mampu mengatasi situasi ini tanpa kehilangan momentum.
"Kami berharap Edin segera pulih. Dia adalah pemain penting, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata seorang sumber di klub.
Schalke selanjutnya akan menghadapi Köln pada 24 Oktober. Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi lini depan tanpa Džeko. Jika Hwang Hee-chan mampu tampil tajam, Schalke masih bisa bersaing. Namun, jika kembali kehilangan poin, tekanan pada pelatih akan meningkat. Akankah Schalke mampu bangkit tanpa sang veteran?



