Tekanan di Old Trafford: Carrick di Ujung Tanduk, Eddie Howe Jadi Solusi yang Terlupakan?
Baca dalam 60 detik
- Michael Carrick hanya meraih dua kemenangan dari sembilan laga bersama Manchester United musim ini, memicu spekulasi pemecatan menjelang lawatan ke Leeds United.
- Eddie Howe, yang kini tanpa klub setelah meninggalkan Newcastle United, dinilai sebagai kandidat paling logis untuk menggantikan Carrick karena rekam jejak dan pengalamannya di Premier League.
- Keputusan INEOS untuk kembali melakukan pergantian pelatih di tengah musim berpotensi menjadi yang ketiga secara beruntun, menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas dan arah kebijakan klub.

Manchester United kembali berada di persimpangan jalan. Michael Carrick, yang musim lalu membawa tim meraih 11 kemenangan dari 16 pertandingan, kini menghadapi kenyataan pahit: hanya dua kemenangan dari sembilan laga di semua kompetisi musim ini. Kekalahan terbaru dari Atletico Madrid di tengah pekan semakin mempertegas tren penurunan performa yang mengkhawatirkan, menjelang laga krusial melawan Leeds United di Elland Road pada Minggu mendatang.
Elland Road bukan sekadar venue biasa bagi United. Di tempat itu pula Ruben Amorim mengalami titik terendahnya pada Januari lalu, yang berujung pada keputusan INEOS untuk mengakhiri masa jabatannya. Kini, dengan suasana yang mirip dengan periode kelam akhir tahun lalu, Carrick menghadapi ujian serupa. Meski tidak sevokal Amorim dalam konferensi pers, hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama. Kekalahan dari Leeds akan semakin mempersulit posisi Carrick, apalagi mengingat Daniel Farke pernah mencatatkan kemenangan atas United di Old Trafford pada April lalu.
Yang menjadi ironi, Carrick sebenarnya tidak mendapatkan dukungan transfer yang memadai. Namun, penurunan performa yang drastis dengan komposisi pemain yang hampir sama seperti musim lalu tetap menjadi tanggung jawabnya. United yang sempat tampil menggila di bawah asuhannya kini kesulitan meraih kemenangan, dengan hanya menang atas Sabah dan tim promosi Ipswich Town sejauh musim 2026/27 berjalan. Hasil imbang melawan Tottenham Hotspur pekan lalu, di mana United tampak kewalahan sejak awal, menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan.
Di tengah tekanan yang meningkat, INEOS disebut mulai mempertimbangkan opsi pergantian pelatih. Jika benar terjadi, ini akan menjadi pergantian pelatih di tengah musim untuk ketiga kalinya secara beruntun di bawah kepemilikan INEOS. Pola ini memunculkan keraguan tentang kompetensi dan koordinasi di level pengambil keputusan, termasuk peran Jason Wilcox sebagai direktur sepak bola. Alih-alih mengejar pelatih elit yang masih terikat kontrak seperti Thomas Tuchel atau Luis Enrique, United kemungkinan besar akan kembali mencari sosok dari pasar bebas.
Nama Antonio Conte sempat dikaitkan, tetapi Eddie Howe muncul sebagai kandidat yang lebih masuk akal. Meski bukan sosok yang paling glamor, pria berusia 48 tahun itu memiliki rekam jejak yang solid di Premier League. Ia membawa Bournemouth dari divisi bawah hingga stabil di kasta tertinggi, lalu di Newcastle ia menyelamatkan tim dari ancaman degradasi pada 2021, membawa The Magpies ke Liga Champions dua kali, dan mengakhiri dahaga trofi dengan kemenangan atas Liverpool di final Carabao Cup 2025. Jamie Carragher pernah menyebutnya sebagai "pelatih Inggris terbaik dengan selisih yang sangat jauh", sementara Roy Keane secara terbuka menginginkannya di Old Trafford.
"Howe adalah pelatih Inggris terbaik dengan selisih yang sangat jauh," ujar Jamie Carragher, seperti dikutip dari Football FanCast.
Dengan usia yang hanya tiga tahun lebih tua dari Carrick, Howe menawarkan kombinasi pengalaman dan energi yang mungkin cocok untuk United. Ia juga dikenal sebagai sosok yang tenang dalam menghadapi tekanan, berbeda dari gaya Amorim yang meledak-ledak. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil di Elland Road. Kekalahan akan membuat posisi Carrick semakin tidak terjaga, dan tekanan untuk mendatangkan Howe akan semakin besar. Sebaliknya, kemenangan bisa sedikit meredakan situasi, meski tidak menyelesaikan masalah mendasar.
Bagi United, pertanyaannya bukan lagi apakah Carrick layak dipertahankan, melainkan apakah manajemen memiliki rencana yang jelas untuk keluar dari siklus pergantian pelatih yang tidak berujung. Jika Howe adalah jawabannya, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membenahi struktur pengambilan keputusan di atasnya. Tanpa itu, pergantian pelatih hanya akan menjadi pengulangan kesalahan yang sama.



