Burnham Perintahkan "Manual Trawl" Catatan Kontak dengan Manchester City, Tekanan Politik Meningkat
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham meminta Otoritas Gabungan Greater Manchester (GMCA) melakukan penelusuran manual atas seluruh catatan kontaknya dengan Manchester City.
- Dua catatan makan malam Burnham dengan Chairman Man City Khaldoon Al Mubarak senilai ยฃ1.000 telah dihapus dari situs GMCA, memicu tuduhan upaya penutupan informasi.
- Kasus ini membayangi integritas Premier League setelah komisi independen menemukan pelanggaran aturan keuangan klub selama sembilan tahun dengan nilai lebih dari ยฃ830 juta.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memerintahkan Otoritas Gabungan Greater Manchester (GMCA) untuk melakukan penelusuran manual terhadap semua arsip yang mencatat hubungannya dengan Manchester City. Instruksi ini muncul setelah terungkap bahwa dua catatan pertemuan makan malamnya dengan petinggi klub tersebut telah dihapus dari situs resmi otoritas, memicu kecurigaan upaya menyembunyikan informasi.
Burnham, yang menjabat Wali Kota Greater Manchester selama hampir satu dekade hingga Juni lalu, menghadapi tekanan politik yang meningkat terkait kedekatannya dengan Manchester City. Klub itu baru saja dinyatakan bersalah oleh komisi independen karena secara sistematis melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan tahun hingga 2018. Komisi menemukan City membuat kontrak palsu dengan mitra komersial untuk menyuntikkan lebih dari ยฃ830 juta ke operasi sepak bola mereka.
Pada Senin, GMCA merilis pernyataan yang menyebutkan pertemuan informal Burnham dengan Chairman Manchester City Khaldoon Al Mubarak di tribun penonton pada pertandingan 2019, serta pertemuan resmi di KTT Investasi Global Pemerintah Inggris pada Oktober 2021. Namun, pernyataan itu tidak merinci dua makan malam yang terjadi pada 2017 dan 2018. Burnham bersikeras kedua jamuan tersebut sebenarnya sudah termasuk dalam pernyataan tersebut.
Kebijakan GMCA disebut hanya mempublikasikan entri dari masa jabatan wali kota yang sedang berjalan. Namun, register yang tersedia saat ini mencakup periode sejak 2022, sementara masa jabatan saat ini baru dimulai pada 2024. Otoritas tersebut belum memberikan penjelasan mengapa rentang waktu tersebut tidak sesuai dengan kebijakan yang dinyatakan.
"Saya telah meminta mereka melakukan penelusuran manual yang lebih menyeluruh terhadap segala hal, karena saya ingin semua yang memungkinkan untuk dipublikasikan," ujar Burnham kepada penyiar pada Kamis.
Pernyataan Burnham muncul setelah pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menegaskan di sesi Pertanyaan Perdana Menteri bahwa isu ini "tidak akan hilang". Tekanan juga datang dari pernyataan Burnham dalam wawancara BBC pada September lalu, di mana ia mengaku akan "sangat khawatir" jika pemilik Manchester City menjual klub menyusul temuan komisi independen.
Kasus ini menyoroti persinggungan antara politik lokal dan kepemilikan klub sepak bola elit. Manchester City, yang dimiliki oleh konsorsium Abu Dhabi, terus membantah melakukan kesalahan dan telah mengajukan banding. Sementara itu, Premier League berada dalam posisi sulit karena harus memutuskan sanksi terhadap klub yang menjadi ikon liga tersebut.
Bagi publik Indonesia, polemik ini menjadi cermin bagaimana tata kelola klub sepak bola modern tidak pernah lepas dari tarikan kepentingan politik dan bisnis. Penggemar sepak bola tanah air yang akrab dengan dinamika Liga 1 dan kebijakan PSSI dapat melihat paralelnya: transparansi keuangan dan konflik kepentingan adalah ujian integritas yang sama-sama dihadapi, baik di Inggris maupun di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah sejauh mana penelusuran manual yang diminta Burnham akan mengungkap detail yang selama ini tersembunyi. Jika catatan yang dihapus dapat dipulihkan, akankah itu memperjelas substansi pembicaraan dalam dua makan malam tersebut? Dan yang lebih krusial, apakah kasus ini akan mengubah cara pejabat publik mendeklarasikan interaksi mereka dengan entitas olahraga yang memiliki kepentingan bisnis besar?



