Panglima TNI Rombak Kursi Strategis AD: Tri Budi Utomo Naik ke Wakil KSAD, Iwan Setiawan Pimpin Kostrad
Baca dalam 60 detik
- Jenderal Agus Subiyanto menempatkan Letjen Tri Budi Utomo sebagai Wakil KSAD, mengisi pos yang ditinggalkan Saleh Mustafa yang beralih ke Kementerian Pertanian.
- Letjen Iwan Setiawan dipromosikan dari Danpussenif menjadi Pangkostrad, menggantikan Mohammad Fadjar dalam rotasi yang dikonfirmasi KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
- Pergeseran ini menyentuh dua simpul komando darat sekaligus, memicu pertanyaan soal arah pembinaan kekuatan TNI AD menjelang tahun politik dan modernisasi alutsista.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menempatkan Letjen Tri Budi Utomo di kursi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, mengisi posisi yang baru saja ditinggalkan Letjen Saleh Mustafa. Penunjukan itu dikonfirmasi langsung oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak saat dihubungi, Rabu (7/10).
"Betul," ujar Maruli, singkat, tanpa merinci lebih jauh mekanisme dan jadwal pelantikan.
Tri Budi bukan nama baru di lingkar kebijakan pertahanan. Sebelum dipindahkan ke Markas Besar AD, ia menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan โ posisi yang menempatkannya langsung dalam arus penyusunan anggaran dan program modernisasi alutsista. Latar belakang itu dinilai memberi warna berbeda pada fungsi Wakil KSAD, yang selama ini lebih banyak bersinggungan dengan operasional dan pembinaan satuan.
Kursi yang kini diisi Tri Budi sebelumnya dipegang Saleh Mustafa. Saleh meninggalkan posisi tersebut setelah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertanian, sebuah perpindahan lintas sektor yang jarang terjadi bagi perwira tinggi aktif. Menurut sejumlah pengamat militer, pola mutasi semacam ini menandakan kebutuhan pemerintah menempatkan figur berlatar pertahanan di kementerian yang tengah menggenjot program ketahanan pangan.
Rotasi tidak berhenti di situ. Maruli juga membenarkan penunjukan Letjen Iwan Setiawan sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, menggantikan Letjen Mohammad Fadjar. Iwan sebelumnya memimpin Pusat Kesenjataan Infanteri โ institusi yang bertanggung jawab membina doktrin dan kesiapan tempur matra infanteri, tulang punggung kekuatan darat.
Bagi sebagian kalangan, promosi Iwan ke Kostrad dibaca sebagai sinyal penajaman kesiapan operasional. Kostrad adalah satuan berkekuatan penuh yang kerap menjadi ujung tombak dalam operasi militer selain perang, mulai dari penanggulangan bencana hingga pengamanan wilayah perbatasan. Pengalaman Iwan di Pussenif dianggap relevan untuk memastikan kesinambungan pembinaan pasukan di tingkat brigade dan divisi.
"Betul," kata Jenderal Maruli Simanjuntak, membenarkan dua penunjukan strategis tersebut.
Dari kacamata tata kelola pertahanan, dua pergantian ini menyentuh simpul yang saling terkait: Wakil KSAD sebagai penopang kebijakan kepala staf, dan Pangkostrad sebagai pelaksana kesiapan tempur. Kombinasi figur dengan latar perencanaan anggaran di Kemhan dan pembinaan infanteri di Pussenif mencerminkan upaya menyelaraskan perencanaan strategis dengan eksekusi di lapangan.
Yang perlu dicermati, rotasi jabatan di tubuh TNI AD bukan sekadar urusan internal. Setiap pergeseran di kursi strategis berimplikasi pada arah pengadaan alutsista, prioritas latihan bersama, hingga kesiapan menghadapi tantangan keamanan non-tradisional seperti siber dan maritim. Publik dan DPR berhak menuntut transparansi soal kriteria penunjukan, terutama ketika menyangkut jabatan yang mengelola anggaran besar.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah pertama Tri Budi di Mabes AD dan bagaimana ia menerjemahkan pengalaman Kemhan ke dalam perencanaan kekuatan darat. Sementara itu, publik menunggu apakah rangkaian mutasi ini akan berhenti di dua nama, atau menjadi awal dari perombakan lebih luas di jajaran perwira tinggi TNI menjelang periode anggaran berikutnya.



