Kapolri Suyudi Tunjuk Irjen Roberto Pasaribu Pimpin Divisi TIK, Ini Jejak Kariernya
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menempatkan Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi TIK Polri melalui telegram mutasi tertanggal 2 Oktober 2026.
- Roberto bukan nama baru di ranah siber: ia pernah memimpin Direktorat Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya dan menjabat Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta.
- Penunjukan ini menandai arah baru pengelolaan teknologi informasi kepolisian di awal kepemimpinan Suyudi, dengan 88 personel turut dimutasi.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang sekaligus memuat mutasi terhadap 88 personel di lingkungan Polri.
Roberto mengisi pos yang sebelumnya dipegang Irjen Slamet Uliandi. Slamet akan ditugaskan di luar struktur Polri. Langkah ini menjadi salah satu keputusan organisasi pertama Kapolri Suyudi, yang baru memimpin korps Bhayangkara.
Jabatan Kadiv TIK bukan posisi biasa. Divisi ini mengelola infrastruktur komunikasi, sistem informasi, dan data kepolisian yang menopang operasi sehari-hari, mulai dari pelayanan publik hingga penanganan kasus siber. Latar belakang Roberto di bidang reserse, terutama kejahatan siber, dinilai sejumlah pengamat sebagai modal penting untuk memperkuat lini digital Polri.
Rekam jejak Roberto menunjukkan spesialisasi di ranah reserse. Pada 2019, ia dipercaya sebagai Kasubdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, lalu menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta pada 2021.
Kariernya berlanjut ke posisi Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta dua tahun berselang. Pada 2024, Roberto kembali ke Jakarta untuk memimpin Direktorat Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya. Tahun 2026 menjadi periode penting baginya: ia naik pangkat menjadi Brigjen sebagai Pati Bareskrim Polri dan mendapat penugasan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10).
Pernyataan Johnny menegaskan bahwa rotasi kali ini bukan sekadar pergantian kursi, melainkan upaya menjaga kesinambungan tugas dan memberi ruang pengembangan karier. Namun, penunjukan Roberto di Divisi TIK juga dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Polri ingin memperkuat kapasitas penanganan kejahatan siber yang kian kompleks.
Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman siber di Indonesia terus meningkat, mulai dari penipuan daring, kebocoran data, hingga serangan terhadap infrastruktur digital. Polri menghadapi tuntutan untuk tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung ekosistem digital nasional. Kepemimpinan Roberto di Divisi TIK akan menjadi ujian apakah pendekatan reserse yang melekat padanya mampu mempercepat respons institusi terhadap dinamika tersebut.
Ke depan, publik akan mencermati langkah pertama Roberto, terutama dalam mengelola data kependudukan, sistem komunikasi taktis, dan kerja sama dengan lembaga lain di bidang keamanan siber. Apakah ia akan membawa perubahan signifikan pada tata kelola teknologi informasi Polri, atau justru melanjutkan pola yang sudah ada? Jawabannya akan terlihat dari kebijakan dan prioritas yang ia tetapkan dalam beberapa bulan mendatang.



