Blora Ajukan MoU ke Jateng, Sekolah Sisan Ngaji Berpeluang Masuk SMA
Baca dalam 60 detik
- Pemkab Blora mengajukan draf nota kesepahaman kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memperluas program Sekolah Sisan Ngaji ke jenjang SMA.
- Perluasan juga menyasar Madrasah Aliyah melalui kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora.
- Jika disetujui, Blora berpotensi menjadi pilot project penerapan program berbasis keagamaan itu di tingkat SMA se-Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Blora tengah mengupayakan perluasan program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) ke jenjang pendidikan menengah atas. Langkah itu ditempuh dengan mengajukan draf nota kesepahaman (MoU) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, karena kewenangan pengelolaan SMA berada di tangan pemerintah provinsi.
Bupati Blora Arief Rohman menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan kerja sama tersebut. "Program Sekolah Sisan Ngaji yang kita jalankan di Blora mendapat respons positif. Ke depan akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/10).
Selain menyasar SMA, Pemkab Blora juga berencana memperluas SSN ke jenjang Madrasah Aliyah (MA). Untuk itu, koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora akan ditindaklanjuti. Menurut Arief, langkah ini bertujuan agar penguatan karakter berbasis keagamaan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Gagasan ini muncul di tengah derasnya arus informasi digital yang dikhawatirkan mengikis nilai-nilai karakter. Arief menilai kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan keimanan dan akhlak. "Kita ingin pendidikan tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang memiliki karakter, nilai agama, sopan dalam perilaku, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda Blora harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri. "Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri; cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya," ujarnya.
Semangat serupa terlihat dalam penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SMP Tingkat Kabupaten Blora 2026. Ajang yang dibuka Arief di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (6/10), diikuti 106 SMP negeri dan swasta dengan total 840 peserta.
MAPSI tidak sekadar menjadi kompetisi mencari siswa berprestasi di bidang agama Islam dan seni Islami. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, sekaligus memperkuat nilai keagamaan. "Luar biasa, kegiatan ini diikuti 106 SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Blora dengan jumlah peserta mencapai 840 siswa. Artinya, hari ini kita sedang mempertemukan ratusan anak-anak hebat Blora yang memiliki semangat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi," kata Arief.
Ketua Penyelenggara MAPSI SMP Kabupaten Blora 2026, Sunaryo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian seleksi untuk menentukan wakil Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar di Kabupaten Semarang pada 13-15 November 2026. "Tahun ini lomba MAPSI tingkat provinsi akan dilaksanakan di Balaikota Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Para juara di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Blora untuk berkompetisi di tingkat provinsi," ujarnya.
MAPSI tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba, baik perorangan maupun beregu. Cabang yang dilombakan meliputi Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato putra dan putri, tilawatil Quran, tartil Al-Quran, tahfidz, adzan, kaligrafi, hingga rebana. Cabang CCI diikuti 69 sekolah dengan total 207 peserta, sedangkan lomba rebana diikuti 11 sekolah dengan 187 peserta. Selain kategori juara utama, cabang rebana juga memperebutkan penghargaan khusus untuk aransemen terbaik dan vokalis terbaik.
Menurut Sunaryo, juara pertama dari masing-masing cabang lomba akan menjadi wakil Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap kontingen Blora mampu melanjutkan tradisi prestasi yang selama ini berhasil diraih di tingkat provinsi. "Semoga Kabupaten Blora dapat meneruskan tradisi tahun-tahun sebelumnya yang selalu pulang membawa piala dan prestasi dari tingkat provinsi," katanya.
Sunaryo menegaskan bahwa MAPSI juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan Program Sekolah Sisan Ngaji yang digagas Pemerintah Kabupaten Blora. Dengan demikian, perluasan SSN ke jenjang SMA dan MA menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan di wilayah tersebut. Ke depan, apakah program ini akan diadopsi secara lebih luas di Jawa Tengah? Waktu yang akan membuktikan, tetapi langkah Blora telah menarik perhatian.



