Kapolri Suyudi Rotasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kapolda, Wakapolda, dan Empat Direktur Diganti
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengganti hampir seluruh pejabat utama Polda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026.
- Rotasi ini merupakan bagian dari mutasi 88 perwira Polri, dengan tenggat pelaksanaan tugas baru maksimal 14 hari sejak surat ditetapkan.
- Pergantian di posisi strategis seperti Kapolda, Wakapolda, dan direktur reserse berpotensi mengubah arah prioritas penegakan hukum di wilayah hukum terpadat Indonesia.

Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengeksekusi perombakan besar di tubuh Polda Metro Jaya. Melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang ditetapkan 2 Oktober 2026, sejumlah posisi kunci—mulai dari Kapolda, Wakapolda, hingga empat direktur reserse—diisi wajah baru. Langkah ini menjadi bagian dari mutasi 88 perwira Polri di berbagai satuan wilayah.
Pergantian di Polda Metro Jaya kali ini terbilang menyeluruh. Komjen Pol Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya dipindahkan ke posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Kursi Kapolda Metro Jaya selanjutnya diserahkan kepada Irjen Pol Dadang Hartanto, yang sebelumnya memimpin Polda Maluku. Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur, dan posisinya di Jakarta diisi Brigjen Pol Adex Yudiswan, yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri.
Rotasi tidak berhenti di level pimpinan. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dimutasi sebagai Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Pendidik (Kabidbingadik) Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan yang ditinggalkannya kini diemban Kombes Pol Imron Ermawan, yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Polri dengan penugasan di BNN. Di posisi Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba), Kombes Pol Ahmad David digantikan Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, yang datang dari Dirreskrimsus Polda Jawa Barat. Ahmad David sendiri dipindahkan sebagai Dosen Kepolisian Utama Tk. II Akpol Lemdiklat Polri.
Perubahan juga terjadi di Direktorat Reserse Siber (Dirressiber) Polda Metro Jaya. Kombes Pol R Bagoes Wibisono dimutasi menjadi Pengawas Penyidikan Kepolisian Madya Tk. II Bareskrim Polri, dan posisinya diisi Kombes Pol Fian Yunus, yang sebelumnya menjabat Dirressiber Polda Jabar. Terakhir, Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana dipindahkan sebagai Kabidlabfor Polda Bali, digantikan Kombes Pol Handrio Wicaksono yang datang dari jabatan serupa di Polda Bali.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan tugas sekaligus memberikan ruang pengembangan karier. "Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," ujar Johnny dalam keterangan pers. Ia berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program yang sudah berjalan.
"Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat." — Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri
Polda Metro Jaya memiliki yurisdiksi atas Jakarta dan sekitarnya, wilayah dengan tingkat kompleksitas kriminalitas tinggi, mulai dari kejahatan jalanan, narkotika, hingga siber. Pergantian di posisi-posisi kunci ini berpotensi mempengaruhi arah prioritas penegakan hukum, terutama dalam penanganan kasus menonjol yang sedang berjalan. Pengamat kepolisian menilai rotasi menjelang akhir tahun sering kali menjadi momen untuk mengevaluasi kinerja dan mengakselerasi program prioritas Kapolri, termasuk pemberantasan narkoba dan kejahatan siber.
Dengan tenggat 14 hari, para pejabat baru dituntut cepat beradaptasi. Publik akan mencermati apakah pergantian ini membawa perubahan signifikan dalam respons kepolisian terhadap laporan masyarakat, atau sekadar penyegaran rutin. Yang jelas, komposisi anyar di Polda Metro Jaya menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan Kapolri Suyudi dalam mengelola satuan wilayah paling strategis di Indonesia.



