Budi Gunawan Muncul di Istana Jelang Pelantikan Wantimpres, Buka Suara soal Undangan Prabowo
Baca dalam 60 detik
- Mantan Kepala BIN Budi Gunawan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat sore, mengaku hadir atas undangan resmi tanpa membeberkan agendanya.
- Sejumlah figur senior seperti Pratikno, Jusuf Wanandi, dan Soekarwo mengonfirmasi kehadiran mereka untuk pelantikan anggota Wantimpres.
- Kemunculan Budi memicu spekulasi ihwal komposisi tim penasihat Presiden Prabowo dan arah konsolidasi kekuasaan pasca-reshuffle.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan menampakkan diri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026) sore, berselang beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat. Pria yang lama menjadi figur sentral di lingkar kekuasaan itu mengaku datang bukan atas inisiatif pribadi, melainkan karena menerima undangan resmi dari Istana.
Kendati demikian, Budi menolak memerinci posisi atau agenda yang akan dijalaninya. Ia memilih menyerahkan seluruh penjelasan kepada pihak Istana. "Hari ini saya ke sini datang mendapatkan undangan dari Istana. Sedangkan agenda apa nanti kita ikuti dulu bersama pernyataan resmi atau statement," ujarnya kepada wartawan di lokasi. Ia lantas meminta publik menunggu keterangan resmi sembari memohon doa agar seluruh proses berjalan lancar.
Penampilan Budi sore itu terbilang mencolok: setelan jas dengan dasi biru, warna yang sama dengan sejumlah tokoh lain yang datang sejak pukul 13.30 WIB. Bukan kebetulan, sebab sederet nama yang tiba di lokasi yang sama mengaku diundang untuk pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan kehadirannya untuk mengikuti pelantikan Wantimpres. Hal senada disampaikan aktivis sekaligus peneliti senior Jusuf Wanandi, yang secara terbuka menyebut dirinya akan dilantik sebagai anggota lembaga penasihat kepala negara itu. Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun membenarkan hal serupa, meski enggan berkomentar panjang karena harus mengikuti geladi bersih.
Kemunculan Budi di tengah rangkaian pelantikan itu memantik tafsir politik. Sebagai mantan orang nomor satu di BIN, ia menyimpan pengetahuan strategis soal lanskap intelijen dan keamanan nasional. Jika benar ia masuk ke jajaran Wantimpres, komposisi lembaga penasihat itu akan mencerminkan tarikan ke arah konsolidasi antara kekuatan birokrasi, dunia akademik, dan jaringan politik daerah โ sebuah pola yang lazim ditempuh presiden untuk memperkuat legitimasi kebijakan di awal maupun pertengahan masa jabatan.
Wantimpres sendiri bukan institusi baru. Lembaga ini dibentuk untuk memberi masukan strategis kepada presiden, dan keanggotaannya kerap menjadi cermin prioritas politik istana. Penunjukan figur berlatar intelijen ke dalamnya bisa dibaca sebagai sinyal bahwa isu keamanan, stabilitas, dan koordinasi antarlembaga akan menempati porsi besar dalam agenda pemerintahan ke depan. Di sisi lain, masuknya tokoh seperti Jusuf Wanandi dan Soekarwo menunjukkan upaya menjangkau basis pemikiran kebijakan luar negeri serta pengalaman pemerintahan daerah.
"Kita menunggu keterangan resmi dari pihak istana. Semoga semuanya lancar kami mohon doanya," kata Budi Gunawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Bagi publik, yang paling ditunggu bukan sekadar siapa yang duduk di kursi Wantimpres, melainkan seberapa besar pengaruh lembaga itu terhadap arah kebijakan. Sejarah menunjukkan, efektivitas Wantimpres sangat bergantung pada kedekatan anggotanya dengan presiden dan seberapa serius masukan mereka diolah di lingkaran dalam. Kehadiran nama-nama senior bisa berarti dua hal: penguatan kapasitas nasihat, atau justru penanda bahwa istana tengah merapikan barisan menjelang agenda politik yang lebih besar.
Setelah pelantikan usai, pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana komposisi baru ini akan bekerja. Apakah Wantimpres akan menjadi kanal konsultasi yang benar-benar berpengaruh, atau hanya pelengkap seremonial? Jawabannya akan terlihat dari kebijakan yang lahir dalam beberapa bulan mendatang โ dan dari seberapa sering nama-nama yang baru dilantik itu muncul di ruang-ruang pengambilan keputusan.



