Angela Scanlon Isi Slot Drivetime BBC Radio 2, Janji Hadirkan 'Kekacauan' Menyenangkan
Baca dalam 60 detik
- Angela Scanlon resmi bergabung dengan BBC Radio 2 sebagai pembawa acara Drivetime mulai November, menggantikan posisi yang ditinggalkan Sara Cox.
- Keputusan ini menempatkan Scanlon di antara dua legenda radio, Trevor Nelson dan Jo Whiley, sekaligus memperkuat jajaran penyiar perempuan di jam pulang kerja.
- Kepala Radio 2 Helen Thomas menilai kepribadian hangat dan cerdas Scanlon cocok menghadirkan suasana positif bagi pendengar yang bersiap mengakhiri hari.

Angela Scanlon, presenter televisi berusia 42 tahun, dipastikan menjadi wajah baru program Drivetime BBC Radio 2 mulai November mendatang. Ia akan mengisi slot yang sebelumnya dipegang Sara Cox, yang pindah ke program Breakfast. Pengumuman ini menandai langkah besar bagi Scanlon yang selama ini dikenal lewat acara Robot Wars dan semifinal Eurovision.
Kepercayaan BBC menempatkan Scanlon di jantung salah satu program paling strategis Radio 2. Drivetime disiarkan setiap hari kerja pada jam pulang kantor, saat jutaan pendengar Inggris menyalakan radio di mobil atau dapur mereka. Posisi ini secara langsung menempatkannya di antara Trevor Nelson dan Jo Whiley, dua nama senior yang telah lama menjadi ikon stasiun tersebut.
Dalam pernyataannya kepada BBC, Scanlon mengaku antusias menyambut tantangan tersebut. Ia menyebut program itu sebagai ruang temu bagi beragam orang dengan cerita masing-masing. "Setiap hari kerja, saya akan hadir di telinga, mobil, dan dapur Anda," ujarnya, seraya berjanji mengajak pendengar menikmati obrolan ringan, opini, hingga momen konyol yang jarang terucap di radio nasional.
"Berada di antara Trevor Nelson dan Jo Whiley—dua legenda radio—sungguh posisi yang istimewa. Saya tidak sabar untuk terlibat sepenuhnya. Kita akan bersenang-senang."
Helen Thomas, Kepala BBC Radio 2, menyambut baik kembalinya Scanlon ke keluarga Radio 2 secara penuh waktu. Menurutnya, Scanlon memiliki kehangatan dan kecerdasan yang membuatnya populer di kalangan pendengar selama musim panas. Thomas yakin kombinasi tersebut akan membawa energi positif pada jam pulang kerja, saat pendengar ingin mengakhiri hari dengan suasana hati yang baik.
Bagi industri radio Inggris, langkah ini memperlihatkan upaya BBC mempertahankan relevansi di segmen pendengar dewasa muda hingga paruh baya. Drivetime bukan sekadar jam siaran biasa; ia adalah jembatan antara rutinitas kerja dan waktu pribadi, sehingga pemilihan penyiar yang tepat dapat memengaruhi loyalitas pendengar dan pendapatan iklan. Kehadiran Scanlon yang memiliki latar belakang televisi dan komedi diyakini mampu menarik audiens baru yang mungkin jarang mendengarkan radio konvensional.
Meski berita ini berpusat di Inggris, gaungnya bisa sampai ke Indonesia. Dunia penyiaran Tanah Air kerap mengamati pola rekrutmen penyiar di negara maju, terutama dalam menghadirkan sosok multitalenta yang mampu melampaui batas medium. Keputusan BBC memberi sinyal bahwa radio masih menjadi kanal penting untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens, sesuatu yang juga relevan bagi stasiun radio Indonesia yang tengah bersaing dengan platform streaming dan podcast.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana Scanlon menerjemahkan janji "kekacauan menyenangkan" ke dalam format siaran harian. Apakah ia akan membawa sentuhan komedi seperti di televisi, atau justru mengembangkan gaya khas radio yang lebih intim? Jawabannya baru akan terlihat setelah ia mengudara perdana November nanti, dan itu bisa menjadi barometer apakah strategi BBC ini berhasil merebut hati pendengar setia Radio 2.



