Lanterns Episode 7: Rahasia Keluarga Jordan dan Jejak Sinestro di Planet Mati
Baca dalam 60 detik
- Episode ketujuh Lanterns mengungkap masa lalu kelam Hal Jordan dan membuka jalan menuju finale.
- Kunci keluarga Jordan menyimpan rahasia bunuh diri yang diwariskan lintas generasi.
- Sinestro ditemukan terdampar di planet Antaan, memicu spekulasi keterkaitan dengan kematian Hal.

Serial Lanterns produksi HBO memasuki babak akhir dengan episode ketujuh yang tidak hanya menjawab teka-teki identitas Manhunter, tetapi juga membongkar luka lama keluarga Hal Jordan. Episode yang ditayangkan sebagai penultimate ini menghadirkan momen mengejutkan: John Stewart (Aaron Pierre) dan Hal Jordan (Kyle Chandler) bertemu kembali dalam wujud yang tak terduga—sebuah hologram kesadaran Hal dari tahun 2006 yang tersimpan dalam cincin Green Lantern.
Misteri utama kini bergeser: siapa pembunuh Hal Jordan yang sebenarnya? Untuk menyelidiki, John menggali makam Hal dan mengambil cincinnya, lalu memunculkan Hal-ogram. Hologram itu bersedia membuka brankas alien di unit penyimpanan Rushville, tetapi dengan syarat ia dapat bertemu Kerry (Kelly Macdonald) lebih dulu. Di dalam brankas, hanya ada perlengkapan bertahan hidup—pistol, botol air, dan bola portal hitam—yang oleh John disebut sebagai "perlengkapan mendaki". Namun, konteks baru dari kilas balik episode ini mengubah makna barang-barang tersebut menjadi semacam persiapan menghadapi kematian.
Kilas balik membawa penonton ke tahun 1975. Hal kecil berselisih dengan pelatih bisbol karena menolak menyerahkan bola, membuat timnya kalah. Ayahnya, Martin Jordan, datang membela dan memberikan sebuah kunci aneh. Martin menjelaskan bahwa kakek Hal meninggalkan uang dan barang berharga dalam brankas sebelum berperang, dan kini ia mewariskan kunci itu kepada Hal sebagai bagian dari "warisan keluarga Jordan". Awalnya, ini tampak seperti tradisi militer untuk menghadapi kemungkinan tidak pulang.
Namun, kebenaran yang terungkap kemudian jauh lebih menyakitkan. Martin memberikan kunci itu beberapa bulan sebelum ia mengakhiri hidupnya sendiri. Di dalam brankas, Hal menemukan uang, koin, foto, dan catatan yang menjelaskan bahwa ayahnya menderita rasa sakit yang memburuk dan yakin keluarganya akan lebih baik tanpanya. Kakek Hal juga meninggal karena bunuh diri. "Rasa sakit yang sama diwariskan dari generasi ke generasi," ujar Hal, mengungkap makna sebenarnya dari "warisan Jordan".
Setelah membuka portal, John dan Hal-ogram melintasi sebuah planet gurun yang dipenuhi tulang. Sebuah kota besar terbengkalai menggantung di langit, sementara pulau dan mercusuar tampak sebagai satu-satunya struktur yang dapat diakses dari tanah. John merasakan déjà vu karena ia pernah mengalami memori peradaban alien yang sekarat itu—kenangan yang disuntikkan oleh Antaan (Paul Ben-Victor) di episode kedua.
"Kami bukan satu-satunya yang mencari Manhunter," kata John kepada Hal-ogram. "Aku ditangkap oleh Antaan. Dia bilang dia yang terakhir dari bangsanya. Aku tidak percaya, jadi dia menyuntikkan pengalaman bangsanya, dan aku merasakannya. Seperti itu terjadi padaku."
John mengingat berada di dalam kota saat gas menyebar. Siapa pun yang menghirupnya menjadi sangat ketakutan hingga saling menyerang, bunuh diri, atau melompat dari ketinggian. Saat itu, John tidak mengerti mengapa banyak orang jatuh. "Aku tidak tahu kotanya ada di langit," ujarnya. "Aku tidak mengerti mengapa mereka melompat. Sekarang aku tahu."
Manhunter yang bisa berubah wujud pernah menjelma sebagai Zoe (Poorna Jagannathan) di Bumi. Antaan mengungkap di episode kelima bahwa mereka pernah menjalin hubungan romantis dan gagal memiliki anak. Karena Antaan menyalahkan Manhunter atas genosida bangsanya—dan Zoe sendiri mengakui bahwa pemrogramannya memaksanya melakukan itu—penonton dibawa pada kesimpulan bahwa Zoe merancang penyebaran gas tersebut.
Jejak gas masih tersisa di awan dan air planet itu. Saat John dan Hal-ogram menyeberangi danau dengan perahu, badai memicu halusinasi John. Ia melihat ayahnya yang kasar dan dirinya yang lebih muda, keduanya menuduhnya penakut. Ketika John jatuh ke air, Hal-ogram muncul dan menariknya kembali ke perahu, menyelamatkan nyawanya.
Misteri yang lebih besar adalah mengapa Hal memiliki portal pribadi ke planet ini. Apakah ia menyelidiki kehancuran bangsa Antaan sebelum insiden Rushville? Ataukah ia memulainya setelah keluar dari penjara? Apa pun alasannya, John dan Hal-ogram terkejut ketika tiba di pulau dan menemukan Sinestro terperangkap di dalam bangunan yang tampaknya memancarkan gas ke atmosfer.
Di episode keenam, Guy Gardner (Nathan Fillion) memberi tahu John bahwa seseorang telah membebaskan Sinestro dari "Spacekaban", penjara luar angkasa tempat Hal mengunjunginya. Kini diketahui bahwa Sinestro terdampar di dunia mati Antaan. Karena Hal memiliki akses mudah ke portal, apakah ia bertanggung jawab membebaskan Sinestro? Jika ya, mengapa?
Sinestro tahu lebih banyak dari Hal tentang Manhunter dan kejahatan Guardians pada 2016, sehingga mungkin Hal melakukannya untuk mempelajari lebih lanjut. Namun, itu tidak menjelaskan mengapa Sinestro menyerang seseorang yang mirip Hal dengan pisau. Episode ini membangun rantai koneksi yang kuat: seseorang membebaskan Sinestro, Hal mempertahankan rute rahasia ke tempat persembunyiannya, dan Hal dibunuh beberapa bulan setelah kembali ke Rushville. Sinestro mungkin bukan penarik pelatuk, tetapi ia bisa jadi tahu mengapa Hal mati.
Bagi penonton di Indonesia, episode ini menawarkan lapisan psikologis yang jarang ditemui dalam serial superhero: trauma antargenerasi dan kesehatan mental. Tema bunuh diri yang diwariskan dari kakek ke ayah ke anak menjadi cermin bagi isu yang masih tabu di masyarakat. Sementara itu, kehadiran Sinestro dan misteri portal membuka spekulasi tentang arah finale—apakah Hal terlibat dalam pelarian Sinestro, dan apakah kematiannya terkait dengan rahasia yang lebih besar? Jawabannya akan menentukan apakah Lanterns mampu menutup musim pertamanya dengan memuaskan atau justru meninggalkan lubang plot yang menganga.



