Di Balik Aturan Ketat Celebrity Traitors: Claudia Winkleman Dilarang Pakai Perhiasan dan Kain Berisik
Baca dalam 60 detik
- Claudia Winkleman tidak diperbolehkan memakai perhiasan atau bahan kain yang menimbulkan suara saat syuting Celebrity Traitors.
- Larangan tersebut bertujuan mencegah kebocoran petunjuk tentang identitas Traitor yang dipilih di meja bundar.
- Musim baru Celebrity Traitors akan tayang di BBC pada Kamis malam dengan deretan bintang ternama.

Presenter Celebrity Traitors, Claudia Winkleman, mengungkapkan bahwa ia dilarang memakai perhiasan dan pakaian berbahan berisik selama proses syuting. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah suara yang tidak diinginkan membocorkan siapa peserta yang dipilih sebagai Traitor.
Dalam acara peluncuran seri terbaru, produser eksekutif Sarah Fay menegaskan bahwa tim produksi sangat ketat soal aksesori. "Claudia tidak boleh memakai perhiasan saat adegan pemilihan Traitor. Kami sangat disiplin, jangan sampai perhiasan itu berdenting," ujarnya. Winkleman pun menambahkan bahwa ia harus berhati-hati memilih bahan pakaian. "Ada beberapa kain yang menurut saya berisik, meskipun saya pernah diberi tahu bahwa kain tidak mengeluarkan suara," katanya.
Tak hanya perhiasan dan kain, alas kaki juga menjadi perhatian. Winkleman mengaku ingin memakai sepatu yang lebih menarik, tetapi ia terlalu takut. "Kadang saya ingin memakai sepatu datar, tapi tidak bisa. Saya harus memakai sepatu runcing, berisik, dan menakutkan. Rasanya seperti sedang menari flamenco karena saya sering berhenti," tuturnya. Gaya berpakaiannya di acara itu digambarkan sebagai perpaduan antara Human Crow, Golf Caddy, dan Artful Dodger.
Dalam wawancara tahun lalu, Winkleman menjelaskan bagaimana ia meningkatkan ketegangan saat pemilihan Traitor. "Berjalan mengelilingi meja sangat menegangkan. Saya tidak bisa memberi tahu berapa kali saya melakukannya, tetapi saya benar-benar berusaha membangun ketegangan. Ini kejam tapi juga membuat ketagihan," ujarnya. Ia sengaja memakai sepatu berisik untuk menambah efek. Rekan sesama bintang Celebrity Traitors, Alan Carr, bahkan pernah mengatakan bahwa Winkleman berjalan seperti kuda pedati, dan ia mengakuinya.
Aturan ketat ini menunjukkan betapa seriusnya produksi menjaga integritas permainan. Dalam format Traitors, setiap petunjuk sekecil apa pun dapat memengaruhi jalannya permainan dan strategi para peserta. Suara perhiasan atau kain yang berdesir bisa menjadi petunjuk tidak sengaja bagi peserta lain tentang siapa yang dipilih sebagai Traitor. Karena itu, tim produksi memastikan tidak ada elemen yang bisa membocorkan rahasia.
Celebrity Traitors sendiri merupakan spin-off dari acara realitas populer The Traitors yang telah sukses di berbagai negara. Versi selebriti ini menampilkan sejumlah nama terkenal yang bersaing dalam permainan penuh intrik dan deduksi. Musim baru akan tayang di BBC pada Kamis malam, menghadirkan bintang-bintang seperti Michael Sheen, Ross Kemp, Jerry Hall, Maya Jama, dan Richard E. Grant.
Bagi penggemar acara realitas di Indonesia, fenomena di balik layar seperti ini menunjukkan bahwa produksi televisi kelas dunia sangat memperhatikan detail kecil untuk menjaga kualitas dan kejutan. Meskipun belum ada adaptasi resmi The Traitors di Indonesia, format permainan sosial yang menuntut strategi dan kepercayaan ini memiliki potensi besar untuk diadopsi oleh stasiun televisi atau platform streaming lokal. Dengan kreativitas dan pemahaman budaya, konsep serupa bisa dikembangkan dengan sentuhan khas Indonesia.
Ke depan, apakah aturan-aturan ketat semacam ini akan semakin umum di industri hiburan? Seiring meningkatnya ekspektasi penonton terhadap autentisitas dan kejutan, produser mungkin akan semakin ketat mengontrol setiap elemen, termasuk pakaian dan aksesori, demi menjaga pengalaman menonton yang maksimal.



