Lanterns Episode 8: Akankah Sinestro Corps Akhirnya Muncul Setelah 20 Tahun?
Baca dalam 60 detik
- Episode terbaru Lanterns memperlihatkan Sinestro di planet yang dipenuhi racun rasa takut, memicu spekulasi kebangkitan Sinestro Corps di finale.
- Kemunculan korps kuning itu akan menjadi momen puncak yang dinanti penggemar sejak komik Green Lantern: Earth One dan kegagalan film 2011.
- Finale musim pertama tayang 4 Oktober di HBO dan HBO Max, dengan teaser yang mengisyaratkan kebangkitan Hal Jordan dan potensi John Stewart memakai cincin kuning.

Jakarta – Setelah tujuh episode yang memecah belah penggemar DC Comics, serial Lanterns memberi sinyal kuat bahwa finale musim pertamanya akan menghadirkan salah satu elemen paling ikonik dari mitologi Green Lantern: Sinestro Corps. Episode terbaru, "The Jordan Boys' Legacy", menampilkan Sinestro—mentor lama Hal Jordan—di sebuah planet mati yang tercemar senyawa kimia pemicu rasa takut. Kehadirannya di sana bukan sekadar cameo; ia adalah fondasi bagi kemungkinan lahirnya korps kuning yang selama dua dekade dinanti penggemar.
Sejak awal, Lanterns memang mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih menyajikan pertempuran kosmik berskala besar, serial ini memilih format misteri pembunuhan yang membumi, dengan dinamika tegang antara Hal Jordan (Kyle Chandler) dan muridnya, John Stewart (Aaron Pierre). Sebagian penggemar memuji pendekatan itu, sebagian lagi kecewa karena elemen kosmik Green Lantern dipangkas. Episode terbaru seolah menjawab kritik tersebut: John memanfaatkan cincin lama Hal untuk memanggil cadangan kesadaran mentornya, lalu keduanya bertualang ke planet yang pernah menjadi markas pemberontak alien Antaan. Di sana, mereka tidak sendiri—Sinestro telah menunggu.
Bagi penggemar setia Green Lantern, kemunculan Sinestro Corps bukan sekadar fanservice. Dalam komik, korps ini lahir dari ambisi Sinestro menciptakan tatanan universal melalui teror. Ia merekrut sosok-sosok mengerikan seperti Anti-Monitor dan Cyborg Superman, dan perangnya melawan Green Lantern Corps menjadi pemicu peristiwa Blackest Night. Jika Lanterns benar-benar mengadaptasi alur ini, finale bisa menjadi titik balik yang mengubah arah DCU di layar kecil.
"The Lantern Corps thinks that fear makes you weak. They couldn't be more wrong. Fear can be the most powerful force in the universe." — Sinestro, dalam teaser finale.
Namun, ada kemungkinan lain yang tak kalah menarik. Serial ini disebut-sebut terinspirasi oleh komik Green Lantern: Earth One karya Gabriel Hardman dan Corinna Bechko. Dalam volume keduanya, John Stewart justru menjadi pembawa cincin kuning. Gagasan bahwa John—yang menolak warisan orang tuanya dan melatih diri menjadi sosok tanpa rasa takut—malah memeluk rasa takut sebagai kekuatan untuk kebaikan, akan menjadi twist yang mengejutkan sekaligus masuk akal. Ini bukan sekadar soal siapa yang jahat dan siapa yang baik, melainkan bagaimana rasa takut bisa dikelola dan diarahkan.
Lalu ada Hal Jordan. Teaser finale mengisyaratkan bahwa ia mungkin hidup kembali berkat teknologi Manhunter yang sebelumnya menyelamatkan John. Dalam komik, Hal sempat menjadi Parallax, entitas murni rasa takut. Jika planet dalam episode itu memang rumah bagi Parallax, finale bisa menyatukan dua ancaman sekaligus: Sinestro dan Parallax. Apa pun arah ceritanya, Lanterns tampaknya berambisi memperluas DCU dan menuntaskan janji yang dulu ditinggalkan film Green Lantern (2011) garapan Ryan Reynolds.
Di Indonesia, serial ini tayang di HBO Max dan menjadi salah satu judul yang cukup banyak diperbincangkan di komunitas penggemar komik. Meski bukan produksi lokal, fenomena Lanterns menunjukkan bagaimana waralaba superhero global masih menjadi magnet bagi penonton berlangganan. Pertanyaannya, akankah finale nanti benar-benar melahirkan Sinestro Corps, atau justru mengejutkan dengan jalur John Stewart sebagai Yellow Lantern? Jawabannya akan terungkap pada Minggu, 4 Oktober, di HBO dan HBO Max.



