Schofield vs Bahdi: Duel Perdana Sabuk WBA Ringan, Sandoval Pertaruhkan Gelar di Chicago
Baca dalam 60 detik
- Floyd Schofield dan Lucas Bahdi mempertaruhkan rekor tak terkalahkan dalam perebutan sabuk juara dunia WBA kelas ringan pada 10 Oktober di Chicago.
- Ricardo Sandoval akhirnya melakukan defense perdana gelar WBA dan WBC setelah calon lawan sebelumnya, Oscar Collazo, mundur karena cedera tulang rusuk.
- Kerja sama Golden Boy, MVP, dan Movember menghadirkan inisiatif kesehatan pria melalui program Back Your Fighter dan Game Changers.

Dua petinju kelas ringan dengan rekor sempurna, Floyd Schofield III dan Lucas Bahdi, akan saling berhadapan dalam perebutan sabuk juara dunia WBA di Wintrust Arena, Chicago, Sabtu (10/10) waktu setempat. Duel 12 ronde ini menjadi panggung pembuktian bagi keduanya yang sama-sama belum pernah merasakan kekalahan, sekaligus mengisi slot utama yang disiarkan secara global melalui DAZN.
Schofield, yang dikenal dengan julukan "Kid Austin", membawa catatan 19 kemenangan (13 KO), sementara Bahdi, petinju asal Kanada berjuluk "Prince", memiliki 20 kemenangan (15 KO). Promotor Golden Boy bekerja sama dengan Most Valuable Promotions (MVP) untuk menggelar acara ini, menandai kolaborasi strategis antara dua kekuatan promosi tinju yang kerap bersaing di pasar Amerika Serikat.
Pada laga pendamping utama, juara dunia terpadu WBA dan WBC kelas terbang super, Ricardo "El Niรฑo" Sandoval, akan menjalani defense perdana melawan Sergio "Yoreme" Mendoza. Sandoval (27-2, 18 KO) semula dijadwalkan menghadapi Oscar Collazo, namun Collazo mundur akibat cedera tulang rusuk. Mendoza (27-1, 23 KO) pun dipanggil sebagai pengganti, membawa ancaman serius dengan rasio KO mencapai 85 persen.
Sandoval menyatakan antusiasmenya tetap tinggi meski lawan berubah. "Saya sangat senang masih bisa bertarung di Chicago dan mendapat kesempatan mempertahankan gelar untuk pertama kali. Saya sudah berlatih keras dan siap memberikan penampilan terbaik," ujarnya. Sementara Mendoza bertekad memanfaatkan peluang ini: "Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjadi juara dunia."
Selain laga utama, kartu DAZN juga menampilkan sejumlah prospek menjanjikan. Jahmal Harvey, atlet Olimpiade AS yang kini menangani karier profesional di bawah MVP, akan menghadapi Pedro Castaneda di kelas ringan. Jan Paul Rivera, petinju tak terkalahkan asal Puerto Rico, dijadwalkan melawan Abraham Perfecto dari Meksiko. Keduanya berbagi ambisi untuk tampil dominan dan menghibur penonton.
Pada kartu preliminer yang disiarkan melalui kanal YouTube Golden Boy, Joshua "The Rocket" Edwards, atlet Olimpiade AS lainnya, akan bertarung melawan Craig Lewis di kelas berat. Tristan Kalkreuth menghadapi Ivan Rosado di kelas cruiser, sementara Grant Flores melawan Mikey Dahlman di kelas menengah. Naomy Valle, petinju wanita asal Kosta Rika, juga akan menjalani debut di AS melawan Sheyla Moreno di kelas terbang.
Yang menarik, Golden Boy dan MVP menggandeng organisasi nirlaba Movember untuk mengampanyekan kesehatan pria. Melalui program "Back Your Fighter", penggemar dapat berdonasi secara langsung selama pekan pertarungan, dengan total donasi menentukan petinju mana yang akan mencukur rambut dalam acara shave-off. Seluruh dana yang terkumpul dialokasikan untuk program Movember dalam memerangi kanker prostat, kanker testis, kesehatan mental, dan pencegahan bunuh diri.
"Tinju adalah olahraga yang dibangun atas disiplin dan dukungan orang-orang di sekitar kita. Itulah yang dibutuhkan kesehatan pria. Dari petinju, penggemar, hingga atlet muda dari program Movember di Chicago, pekan pertarungan ini menjadi momen mengubah salah satu malam terbesar tinju menjadi kesadaran nyata," ujar Tim Gnaneswaran, Direktur Movember AS.
Selain itu, atlet muda dari The Bloc, program tinju remaja di West Side Chicago yang didanai Movember, akan bergabung dengan para petinju pada malam pertandingan. The Bloc menerapkan kurikulum Game Changers yang dirancang membangun ketangguhan mental dan keterampilan hidup bagi anak laki-laki dan remaja priaโkualitas yang sejalan dengan tuntutan olahraga tinju.
Ben Speelman, CEO Scotch Porter, menambahkan, "Barbershop dan gym tinju memiliki banyak kesamaan. Di sana anak muda belajar bahwa berbicara itu tidak apa-apa. Melalui Game Changers, The Bloc memberi anak-anak Chicago alat untuk menghadapi kehidupan di luar ring."
Bagi publik Indonesia, gelaran ini menawarkan pelajaran tentang bagaimana promotor tinju mengemas acara sebagai platform sosial. Kolaborasi dengan Movember menunjukkan bahwa industri olahraga dapat menjadi katalis perubahan sosial, terutama dalam isu kesehatan mental pria yang masih tabu di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, keberadaan petinju seperti Jahmal Harvey dan Jan Paul Rivera yang aktif di kanal digital dapat menginspirasi promosi tinju lokal untuk memperluas jangkauan melalui platform streaming.
Dengan semakin dekatnya tanggal pertarungan, pertanyaan besarnya: apakah Schofield dan Bahdi mampu mempertahankan rekor sempurna, atau akankah salah satu dari mereka harus menelan kekalahan pertama? Sementara itu, Sandoval dihadapkan pada ujian tak terduga melawan Mendoza yang haus gelar. Semua akan terjawab pada 10 Oktober nanti.



