Kesaksian Ocoy: Amplop SGD Rp 75 Juta per Bulan untuk Pejabat Bea Cukai, Satu Ditolak
Baca dalam 60 detik
- Saksi Orlando Hamonangan mengaku menerima titipan enam amplop berkode 'BY' dari bos Blueray Cargo John Field untuk Kepala Seksi Intelijen Cukai Budiman Bayu Prasojo.
- Setiap amplop disebut berisi dolar Singapura setara Rp 75 juta, dengan total lima amplop sekitar Rp 375 juta; amplop terakhir ditolak dan dialihkan ke kas operasional.
- Pembela Budiman menantang konstruksi hukum jaksa, menegaskan aliran uang diatur atas permintaan Orlando dan tidak membuktikan peran kliennya.

Praktik suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali tersingkap di ruang sidang Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Orlando Hamonangan, yang menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, mengungkap adanya penyerahan amplop berisi valuta asing dari pengusaha kargo John Field kepada Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC. Kesaksian itu disampaikan Orlando saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Budiman, Rabu (16/9/2026).
Menurut Orlando, ia bertindak sebagai perantara. John Field, pemilik Blueray Cargo, menitipkan amplop bertanda kode "BY"—inisial Budiman—sebanyak enam kali sepanjang Agustus, September, Oktober, November 2025, serta dua kali pada Januari 2026. Dari enam amplop tersebut, satu di antaranya ditolak oleh Budiman pada akhir Januari. Amplop yang ditolak kemudian diserahkan Orlando kepada staf bernama Krismanto untuk dimasukkan ke kas operasional.
Dalam persidangan, jaksa mengonfirmasi nominal yang disepakati. Orlando mengaku tidak mengetahui pasti jumlahnya, namun ia menyebut John Field pernah menyatakan bahwa untuk Budiman disiapkan Rp 75 juta per bulan dalam bentuk dolar Singapura. "Saya dari obrolan John Field, saya tanya, 'Pak John, untuk Mas Bayu berapa?' Dijawab Rp 75 juta tapi dalam bentuk SGD," ujar Orlando. Ia menegaskan tidak menghitung fisik uang tersebut.
Kesaksian ini memperkuat dakwaan jaksa bahwa Budiman menerima gratifikasi senilai Rp 7,6 miliar, baik dalam rupiah maupun mata uang asing. Namun, tim kuasa hukum Budiman membantah konstruksi tersebut. Mereka menilai keterangan John Field justru menunjukkan bahwa pengaturan dan pemberian uang dilakukan atas permintaan Orlando, bukan atas inisiatif Budiman. "Pemilik Blueray Cargo menerangkan bahwa pengaturan dan pemberian uang dilakukan berdasarkan permintaan Orlando. Saksi tersebut tidak menerangkan adanya pemberian uang kepada Budiman Bayu Prasojo," kata tim pembela dalam pernyataan tertulis, Senin (7/9/2026).
Pembela juga menyoroti konteks pertemuan. Mereka menyebut pertemuan pihak Blueray Cargo terjadi saat Budiman dipanggil oleh Sisprian Subiaksono, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kemenkeu, yang juga telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara ini. Menurut mereka, hubungan struktural atau keberadaan dalam satu direktorat tidak bisa menggantikan pembuktian mengenai peran individual. "Yang harus dibuktikan adalah perbuatan Budiman secara konkret. Siapa yang memberi, siapa yang menerima, siapa yang menguasai atau menikmati uang, untuk kepentingan apa pemberian dilakukan, dan tindakan jabatan apa yang menjadi imbalannya," tegas tim pengacara.
Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah membersihkan institusi kepabeanan yang selama ini menjadi pintu utama arus barang impor. Bagi pelaku usaha, terutama importir dan perusahaan logistik, perkembangan persidangan ini menyoroti risiko biaya tak resmi yang dapat mengganggu iklim investasi. Transparansi proses hukum dan konsistensi pemberantasan korupsi di Bea Cukai akan menentukan kepercayaan dunia usaha terhadap tata kelola perdagangan Indonesia.
Ke depan, publik menanti apakah jaksa mampu menghadirkan bukti aliran uang yang lebih terperinci, termasuk rekaman transaksi dan keterangan saksi lain, untuk menguji dalih para pihak. Pertanyaannya, akankah persidangan ini mengungkap jaringan suap yang lebih luas di tubuh Bea Cukai, atau berhenti pada peran individu yang saling lempar tanggung jawab?



