Polri Siagakan Dapur Lapangan di Posko SAR Carita: 300 Porsi Makanan per Hari untuk Tim Gabungan dan Keluarga Korban
Baca dalam 60 detik
- Satuan Brimob Polda Banten mengoperasikan dapur lapangan yang memasok 300 porsi makanan siap saji setiap hari selama operasi pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda.
- Layanan logistik ini menjangkau personel SAR gabungan, warga sekitar, hingga keluarga korban yang menunggu di posko utama Pantai Carita, Pandeglang.
- Keberadaan dapur lapangan menjadi penopang non-teknis yang krusial ketika operasi memasuki hari kesembilan dengan medan pencarian yang semakin menantang.

Polri mengerahkan dapur lapangan ke Posko Utama SAR Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk memasok 300 porsi makanan siap saji setiap hari bagi personel tim SAR gabungan, warga, dan keluarga korban dalam operasi pencarian rombongan jurnalis serta kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda sejak Senin (7/9).
Dapur lapangan yang digerakkan Satuan Brimob Polda Banten itu mulai beroperasi pada hari kedua pencarian, Selasa (8/9), dan hingga kini menyajikan makanan tiga kali sehari—masing-masing 100 porsi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Ketua Tim Dapur Lapangan Polri, Sadiel Marbun, menyatakan fasilitas tersebut didirikan atas perintah Kapolda Banten sebagai bentuk aksi kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan logistik seluruh pihak di posko terpenuhi.
Menurut Marbun, proses memasak dimulai pukul 05.00 WIB untuk sarapan, dilanjutkan pukul 11.30 WIB untuk makan siang, dan pukul 19.30 WIB untuk persiapan makan malam. "Untuk 300 porsi itu kami masaknya selama 1-1,5 jam, jadi dapat kami pastikan tepat waktu dan relawan, petugas, atau semua yang ada di sini tidak kelaparan," ujarnya.
Operasional dapur lapangan tersebut digerakkan oleh tujuh personel Satbrimob Polda Banten yang sehari-hari bertugas di bagian logistik dan pasukan operasi taktis. Marbun menuturkan pembagian kerja berjalan solid: ada yang berperan sebagai koki, ada yang mengolah bahan baku seperti memotong dan mencuci, serta ada yang berbelanja logistik harian ke pasar setempat. "Contoh siang ini, operasi hari kesembilan kami siapkan Ayam Rica-rica khas Manado dan malam nanti beda lagi, besok beda lagi," katanya.
Selain makanan berat, dapur lapangan juga menyediakan hidangan ringan seperti agar-agar dan minuman hangat. Marbun memastikan siapa pun yang berada di lingkungan Posko Utama SAR Carita dapat memanfaatkan layanan tersebut, termasuk relawan yang ingin menyeduh kopi atau teh sendiri. "Sudah diperhitungkan 300 porsi makanan itu yang kami sediakan. Sampai habis, tapi relawan bisa kapan saja ke sini untuk buat sendiri kopi dan teh disediakan," ujarnya.
Kehadiran dapur lapangan menjadi penopang non-teknis yang krusial di tengah operasi SAR yang memasuki hari kesembilan. Tim pencarian dilaporkan mempersempit jangkauan ke pesisir Selat Sunda, sementara Basarnas mengungkap alasan belum mengerahkan tim selam untuk mencari jurnalis yang masih hilang. Dalam situasi seperti ini, ketersediaan logistik yang tepat waktu menjaga stamina dan konsentrasi personel di lapangan, sekaligus memberi rasa aman bagi keluarga korban yang menunggu di posko.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya para profesional dan pelaku usaha di sektor logistik, katering, serta penyediaan kebutuhan darurat, operasi semacam ini memperlihatkan pentingnya kesiapan rantai pasok skala kecil yang gesit. Dapur lapangan yang mampu memasak 300 porsi dalam waktu terbatas dan beroperasi di lokasi terpencil adalah contoh nyata manajemen krisis yang dapat diadopsi oleh perusahaan dalam menghadapi situasi darurat, baik bencana alam maupun operasi kemanusiaan.
Ke depan, publik akan menanti apakah operasi SAR ini menemukan titik terang, dan sejauh mana dukungan logistik seperti dapur lapangan akan terus dipertahankan. Yang jelas, sinergi antara kepolisian, Basarnas, relawan, dan masyarakat di Posko Carita menjadi cermin bagaimana penanganan bencana di Indonesia bertumpu pada kolaborasi lintas lembaga—sebuah modal sosial yang patut dijaga ketika tantangan pencarian semakin berat.



